Berita

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador/Net

Dunia

Referendum Masa Jabatan Presiden, Sepertiga Rakyat Ingin Jabatan Dipertahankan

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 23:44 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Orang-orang Meksiko pada Minggu ini (10/4), melakukan voting apakah presiden mereka, Andres Manuel Lopez Obrador harus tetap menjabat atau tidak.

Tetapi, oposisi menganggap voting tersebut sebagai pengalih perhatian yang mahal dari masalah nyata negara itu.

Lopez Obrador, politisi sayap kiri yang dikenal garang, telah memerintah negara itu sejak Desember 2018. Dia adalah arsitek dari apa yang disebut referendum pemilu di Meksiko modern, dan para kritikus serta pendukung sama-sama berharap dia menang dengan mudah.


Dengan modal jutaan dolar dan dipublikasikan secara besar-besaran di ibukota, referendum pemilu itu menanyakan orang-orang Meksiko apakah mandat Lopez Obrador harus dicabut karena kehilangan kepercayaan, atau apakah ia harus mengakhiri masa jabatannya seperti yang dijadwalkan pada 30 September 2024.

Dua pertiga orang Meksiko yang disurvei dalam jajak pendapat oleh surat kabar El Financiero awal bulan ini mengatakan mereka ingin presiden tetap menjabat, sepertiga lainnya ingin dia keluar.

Pemungutan suara telah memicu spekulasi bahwa hal itu dapat membuka pintu untuk memperpanjang batas masa jabatan presiden di mana kepala negara hanya diizinkan untuk menjabat satu periode selama enam tahun.

Lopez Obrador menyangkal bahwa dia ingin memperpanjang masa jabatannya, tetapi dia telah menggunakan referendum untuk membangkitkan semangat para pendukung dan mengkritik oposisi, yang banyak dari pemimpinnya telah mendorong orang-orang Meksiko untuk mengabaikan pemungutan suara itu sebagai latihan propaganda dari sang presiden.

Jajak pendapat menunjukkan jumlah pemilih kemungkinan akan kurang dari ambang batas 40 persen yang diperlukan untuk membuat proses itu valid. Meskipun begitu, Lopez Obrador mengatakan, dia akan menghormati hasilnya terlepas hal apapun.

"Jika saya tidak mendapat dukungan dari rakyat, saya tidak bisa melanjutkan pemerintahan," ujar Lopez tentang pemungutan suara awal tahun ini, dikutip dari Reuters, Minggu (10/4).

"Seorang penguasa yang tidak mendapat dukungan rakyat akan seperti daun kering. Otoritas moral diperlukan untuk memiliki otoritas politik," tambahnya.

Referendum ini juga merupakan ujian kekuatan presiden menjelang pemilihan gubernur pada bulan Juni nanti.

Lopez Obrador telah gagal memenuhi janji kampanye untuk menurunkan kejahatan kekerasan dan mengangkat ekonomi Meksiko. Sikap Lopez di mana dia menegosiasikan kembali kontrak investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah masa lalu dan memperketat kontrol negara atas sumber daya alam dan energi telah mengganggu investor di negeri itu.

Namun, keberhasilannya dalam meluncurkan program kesejahteraan dan penggambaran citranya di mana dia berperan sebagai pembela orang miskin yang bermoral lurus melawan elit kaya yang korup telah membantu menopang popularitasnya.

Banyak orang Meksiko masih menganggap Lopez Obrador yang bersahaja sebagai presiden yang lebih baik dari para pemimpin sebelumnya, yang sering dianggap menyendiri dari masyarakat kelas menengah-kebawah.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya