Berita

Jumhur saat wawancara dengan Refly Harun/Repro

Politik

Jumhur Hidayat: Tuduhan Aksi BEM SI Ditunggangi Merendahkan Martabat Gerakan Mahasiswa

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 20:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tuduhan aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang akan dilaksanakan pada Senin (11/4) ditunggangi dianggap sebagai tuduhan yang merendahkan martabat gerakan mahasiswa.

Hal itu disampaikan oleh aktivis 98, Jumhur Hidayat yang tertuduh sebagai dalang di balik aksi mahasiswa besok.

"Tuduhan itu kan merendahkan gerakan mahasiswa, martabat gerakan mahasiswa," ujar Jumhur saat wawancara dengan Refly Harun dalam video yang diunggah di akun YouTube Refly Harun pada Minggu siang (10/4).


Karena kata Jumhur, mahasiswa mempunyai pikiran dan gagasan yang didapat dari kampusnya. Menurut Jumhur, aksi mahasiswa bukan perintah orang per orang atau design atau rekayasa.

"Rekayasa Orang per orang atau skenario dari senior atau atasan atau kekuatan politik. Jadi itu sebetulnya saya lebih kepada itu, tidak mau saya gerakan mahasiswa itu dianggap gerakan yang ditunggangi," kata Jumhur.

Jumhur pun mengaku enggan dituduh mengklaim pekerjaan orang seperti yang dituduhkan kepada dirinya sebagai aktor atau dalang di balik aksi mahasiswa nantinya.
Dalam pandangan Jumhur, setiap orang punya gagasan, baik dalam mendesain, rapat dan bentuk konsolidasi lainnya.

"Terus tiba-tiba saya seolah-olah mengklaim itu adalah gerakan saya, kan tidak betul itu. Saya kalau mau bergerak bilang saja, ini saya bergerak saya hubungkan dan orang tau saya kan Bung Refly tau kalau kita mau aksi, kita umumkan. Kalau kerjaan orang lain kami klaim, itu bukan saya banget lah. Iya bukan tukang klaim," jelas Jumhur.

Selain itu, Jumhur juga mewanti-wanti kepada aparat keamanan. Sebab, bisa saja da ada permainan politik yang juga bisa dilakukan oleh kekuasaan dengan membuat opini. Teknisnya membeberkan nama-nama yang disebut sebagai aktor atau dalang aksi unjuk rasa.

"Nanti ini ada rusuh, (ada chaos tinggal tangkapin?) Di tangkapin, kan bisa gitu juga gitu loh, kan kita tau sikap represif dari aparat, ya mudah-mudahan ke depan gak begitu lagi. Tapi kan saya mengalami langsung kemarin, apa hubungannya saya dengan Omnibus Law, tiba-tiba saya ditangkap, urusannya apa gitu loh," pungkas Jumhur.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya