Berita

Banjir di Sydney, Australia/Net

Dunia

Sydney Diterjang Banjir Lagi, Warga Diminta Mengungsi

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 11:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sydney kembali diterjang banjir untuk kedua kalinya dalam sebulan terakhir. Ratusan warganya diperintahkan untuk mengungsi ketika air sungai meluap akibat hujan yang intens pada Jumat (8/4).

"Meski curah hujan mulai mereda di sebagian besar tempat, kami memperkirakan kenaikan air sungai untuk beberapa waktu selama 12-24 jam ke depan," ujar Komisioner Layanan Darurat New South Wales, Daniel Austin dalam konferensi pers.

Dari laporan Reuters, seorang pria ditemukan tewas setelah mobilnya tersapu banjir di barat daya Sydney. Sementara tayangan televisi menunjukkan jalan-jalan yang terendam air dan menggenangi rumah-rumah dan bisnis-bisnis.


Hujan deras telah meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor, dengan Sydney telah menerima lebih dari rata-rata curah hujan tahunan.

Banyak penduduk di pinggiran barat kota, yang diminta untuk mengungsi pada awal Maret, diperintahkan untuk kembali mengungsi lagi minggu ini. Lebih dari 4.000 warga menghadapi evakuasi banjir.

"Saya merasa kasihan pada toko-toko, mereka telah bekerja keras membersihkan dan kemudian muncul lagi entah dari mana," seorang penduduk di pinggiran kota Sydney.

Sydney, yang mencatat rekor Maret terbasah, menerima sekitar 170 mm hujan pada Kamis (7/4).

Biro Meteorologi memperkirakan curah hujan hingga 50 mm pada Jumat dan memperingatkan sungai-sungai besar di pinggiran barat bisa melampaui tingkat puncaknya di kemudian hari. Bendungan Warragamba, pasokan air utama Sydney juga mulai meluap.

Selama enam pekan terakhir, pantai timur Australia telah dihantam oleh tiga pola cuaca liar, termasuk fenomena cuaca La Nina.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya