Berita

Kerusuhan di Sri Lanka/Net

Dunia

Sri Lanka Bergejolak, Kemlu Imbau 232 WNI Agar Jauhi Kerumunan

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 15:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia, melalui perwakilan Kedutaan Besar RI di Kolombo, telah mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Sri Lanka untuk berhati-hati di tengah krisis ekonomi yang memicu protes besar-besaran di sana.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha menuturkan pihaknya dan KBRI Kolombo terus melakukan monitoring secara ketat terkait situasi di Sri Lanka.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada WNI yang terancam keselamatan maupun kelangsungan hidupnya akibat krisis ekonomi yang sedang berlangsung," ujarnya dalam press briefing Kemlu secara virtual pada Kamis (7/4).


Mengutip data KBRI Kolombo, Judha menyebut saat ini terdapat 232 WNI yang tinggal menetap di Sri Lanka.

Pihak KBRI juga telah mengimbau seluruh WNI untuk selalu berhati-hati, mengingat adanya kemungkinan terjadinya protes lanjutan setelah kerusuhan pada 31 Maret lalu.

"KBRI juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI kita yang ada di sana untuk selalu berhati-hati, menghindari kerumunan massa, dan segera melapor kepada KBRI jika terjadi situasi darurat," imbaunya.

Di samping itu, KBRI juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi, termasuk melakukan pelayanan kekonsuleran secara daring untuk memudahkan WNI mendapatkan akses di tengah kelangkaan bahan bakar.

"Kita juga sudah siapkan pasokan logistik bagi WNI yang membutuhkan," kata Judha.

Sri Lanka menghadapi pergolakan akibat krisis ekonomi parah. Pinjaman yang menumpuk dan kondisi pandemi diperparah dengan dampak perang Ukraina-Rusia yang membuat harga barang-barang pokok naik.

Warga juga mengkritik pemadaman listrik hingga 13 jam sehari karena pemerintah tidak memiliki devisa yang cukup untuk membeli bahan bakar.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya