Berita

Anggota Kongres AS, Ilhan Omar/Net

Dunia

Ilhan Omar: AS Perlu Tindak Diskriminasi Muslim di India

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 12:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Berbagai kebijakan India di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dianggap telah mendiskriminasi minoritas Muslim di sana.

Terbaru adalah larangan penggunakan jilbab oleh siswi di negara bagian Karnataka, yang memicu aksi protes dan pertengkaran antara umat Muslim dan Hindu di sana.

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Ilhan Omar mendesak agar pemerintahan Presiden Joe Biden menindak kebijakan yang melawan minoritas di India.


Perempuan berjilbab itu mengecam pemerintahan Biden yang ia sebut enggan mengkritik secara terbuka kebijakan India.

"Seberapa besar pemerintahan Modi harus mengkriminalisasi tindakan Muslim di India agar kita (AS) dapat mengatakan sesuatu? Apa yang diperlukan (AS) untuk secara lahiriah mengkritik tindakan yang dilakukan pemerintahan Modi terhadap minoritas Muslim?" tanya Omar kepada Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman pada Rabu (6/4).

Sementara itu, Sherman mengatakan dia setuju bahwa pemerintah harus membela setiap agama, etnis, ras, dan kualitas keragaman di dunia.

"Saya berharap kita berlatih berdiri tidak hanya untuk musuh kita, tetapi juga untuk sekutu kita," lanjut Omar.

"Tentu saja," jawab Sherman, yang juga mencatat bahwa AS telah menyuarakan keprihatinan tentang catatan hak asasi manusia India secara langsung dengan para pejabat New Delhi.

Sejumlah kelompok HAM mengatakan, Muslim India telah menyaksikan penurunan hak untuk mempraktikkan keyakinan mereka di bawah pemerintahan Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP).

Human Rights Watch dalam laporannya pada 2021 menyebut BJP telah menyusup ke lembaga independen, seperti polisi dan pengadilan, memberdayakan kelompok nasionalis untuk mengancam, melecehkan, dan menyerang minoritas agama dengan kekebalan hukum.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya