Berita

Kim Il Sung/Net

Dunia

Bagi Kim Il Sung, Rakyat adalah Kekuatan Penggerak Korea

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 09:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perjuangan revolusi untuk merebut kembali Korea dari pendudukan militer Jepang tidak bisa dilakukan tanpa kekuatan rakyat.

Itu yang diyakini oleh pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) Kim Il Sung.

Salah satu kekuatan rakyat yang sangat terasa bagi Kim Il Sung adalah ketika ia melakukan perjuangan bersenjata anti-Jepang di pangkalan gerilya di sepanjang Sungai Tuman, sisi timur laut China.


Ketika itu, pada tahun 1934, Jepang mengerahkan 5.000 tentara, senjata, dan bahkan pesawatnya ke Xiaowangqing. Di sisi lain, jumlah gerilyawan yang mempertahankan pangkalan lebih kecil hanya 1 persen dari jumlah musuh, dengan hanya bersenjatakan senapan ringan.

Namun orang-orang di sekitar memiliki cara merek untuk membantu Kim Il Sung mempertahankan pangkalan. Mereka berjuang mati-matian melawan pasukan Jepang.

Alhasil, dengan ajaib, perjuangan rakyat bersama tentara membawa kemenangan dalam pertempuran.

Hal itu menyadarkan Kim Il Sung tentang besarnya kekuatan rakyat, sehingga ia membuat rencana untuk mengumpulkan seluruh rakyat dalam serangan terakhir melawan imperialisme Jepang.

Menurut rencana, perlawanan seluruh rakyat akan dilancarkan sejalan dengan serangan umum Tentara Revolusi Rakyat Korea. Kemenangan dalam Perang Korea (1950-1953) di mana RRDK memukul mundur agresi pasukan sekutu imperialis bisa disebut keajaiban yang diciptakannya dengan mengerahkan kekuatan rakyat.

Kekuatan tak habis-habisnya rakyat yang bersatu padu di sekitar Kim Il Sung. Bahkan dalam waktu singkat, 14 tahun, kekuatan rakyat mewujudkan industrialisasi, mengubah RRDK menjadi negarasosialis yang kuat, mandiri, dan mandiri dalam pertahanan.

Bagi Kim Il Sung, rakyat adalah yang paling suci. Sehingga aspirasi rakyat selalu ia dengar.

Seperti ketika setelah perang, seorang lelaki tua menulis surat kepadanya. Surat itu menyebut sejak zaman kuno Pyongyang telah disebut Ryugyong dalam arti bahwa itu adalah kota pohon willow. Setelah membaca surat itu, Kim Il Sung mengambil tindakan menanam sejumlah besar pohon willow di jalan-jalan Pyongyang.

Tak lama setelah Korea dibebaskan, hanya ada beberapa pabrik baja yang beroperasi. Meski begitu, Kim Il Sung tetap memerintahkan untuk menghentikan produksi salah satu pabrik baja karena berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan pekerja.

Untuk mengatasi masalah makanan bagi masyarakat, dia tidak keberatan melihat-lihat daerah pasang surut di sepanjang jalan berlumpur atau mengunjungi desa-desa pegunungan yang terpencil.

Dikutip dari keterangan yang diterima redaksi, semua kebijakan negara di RRDK, termasuk perawatan kesehatan gratis universal, sistem pendidikan wajib, sistem penyembuhan dan relaksasi, dan penyediaan rumah tinggal gratis bagi orang-orang, adalah buah dari cita-cita politik Kim Il Sung.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya