Presiden Direktur PT Andritz Hydro Indonesia, Josef Ullmer mendapatkan penghargaan “Decoration of Honour in Gold for Services to the Republic of Austria"/Ist
Lencana emas kehormatan disematkan di dada Dr. Josef M. Ullmer, sosok di balik suksesnya PT Andritz Hydro di Indonesia.
Hampir empat dekade malang melintang di dunia energi terbarukan di Indonesia, Ullmer telah mendapatkan beragam penghargaan yang tak terhitung jumlahnya.
Namun berbeda dengan penghargaan-penghargaan yang pernah ia raih sebelumnya, kali ini Ullmer mendapatkan salah satu penghargaan tertinggi dari pemerintah Austria, yaitu “Decoration of Honour in Gold for Services to the Republic of Austria".
Penghargaan tersebut seharusnya diberikan secara langsung oleh Presiden Austria Alexander Van der Bellen. Tetapi situasi pandemi Covid-19 membuat resepsi penghargaan dilakukan secara sederhana namun khidmat di Kedutaan Besar Austria, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (25/3).
Lencana kehormatan sendiri disematkan oleh penjabat Duta Besar Austria untuk Indonesia Philipp Roessl kepada Presiden Direktur PT Andritz Hydro itu, di hadapan keluarga dan kerabatnya.
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa Presiden Austria Alexander Van der Bellen telah memutuskan, berdasarkan rekomendasi dari Menteri Federal Urusan Perubahan Iklim, Lingkungan, Energi, Mobilitas, Inovasi, dan Teknologi, Leonore Gewessler, untuk memberikan penghargaan ‘Decoration of Honour in Gold for Services to the Republic of Austria’ kepada Anda," ujar Dubes Roessl, disambut tepuk tangan meriah.
Selama pidatonya, Dubes Roessl menyoroti kontribusi Ullmer dalam mempromosikan teknologi dan keahlian Austria di bidang pembangkit listrik tenaga air terhadap pemanfaatan sumber daya energi terbarukan yang berkelanjutan.
Salah satu pencapaian Ullmer yang digarisbawahi adalah keberhasilannya dalam turut membangun lebih dari 28.000 MW pembangkit listrik tenaga air di Asia dan Oseania, dengan 2.863 di antaranya di Indonesia.
Di samping prestasinya, Ullmer juga memberikan keteladanan dalam kegiatan sosialnya, termasuk menggalang dana untuk beasiswa selama krisis keuangan pada 1998, hingga memberi dukungan pada korba tsunami Aceh 2004, dan membangun pusat rehabilitasi pencandu narkoba di Bhutan.
"Ia telah bertindak sebagai Duta Austria yang secara aktif meningkatkan reputasi Austria di luar negeri," ucap Dubes Roessl.
Pada gilirannya, Ullmer menyampaikan rasa terima kasih dan kerendahan hati pada pemerintah Austria yang telah memberikan pengakuan atas kerja keras dan komitmennya.
"Jika Anda ingin sukses, Anda harus berkomitmen. Tapi komitmen dan kerja keras juga bergantung pada keadaan. Sehingga perlu ada kombinasi antara kerja keras, keberuntungan, dan peluang. Beberapa peluang dibuat, dan lainnya harus dicari," tuturnya.
Ullmer menyebut, banyak orang hanya mengingat kesuksesan. Namun di balik itu, ada banyak usaha, pengorbanan, dan kegagalan yang dirasakan. Salah satu kegagalan yang diingatnya adalah menutup operasi Andritz di Indonesia.
Terlepas dari itu, Ullmer menggarisbawahi pentingnya mengingat dan berterima kasih atas dukungan dan kontribusi yang diberikan orang-orang sekitar.
"Anda tidak boleh melupakan orang-orang yang berkontribusi, yang membantu Anda berdiri ketika jatuh, yang mendukung Anda tanpa lelah," tegasnya.
Ke depannya, ia engatakan, sangat penting untuk bersama-sama menghentikan pemanasan global dan mempercepat transisi energi untuk mencapai emisi nol karbon bersih secepat mungkin.
"Ini, tentu saja, selalu menjadi salah satu misi utama saya, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi semakin penting. Masalah perubahan iklim tidak dapat ditangani sendiri tetapi membutuhkan komitmen dunia," demikian Ullmer.