Berita

Presiden Direktur PT Andritz Hydro Indonesia, Josef Ullmer mendapatkan penghargaan “Decoration of Honour in Gold for Services to the Republic of Austria"/Ist

Dunia

Lencana Emas Kehormatan untuk Josef Ullmer, Pejuang Transformasi Energi Terbarukan

RABU, 06 APRIL 2022 | 22:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lencana emas kehormatan disematkan di dada Dr. Josef M. Ullmer, sosok di balik suksesnya PT Andritz Hydro di Indonesia.

Hampir empat dekade malang melintang di dunia energi terbarukan di Indonesia, Ullmer telah mendapatkan beragam penghargaan yang tak terhitung jumlahnya.

Namun berbeda dengan penghargaan-penghargaan yang pernah ia raih sebelumnya, kali ini Ullmer mendapatkan salah satu penghargaan tertinggi dari pemerintah Austria, yaitu “Decoration of Honour in Gold for Services to the Republic of Austria".


Penghargaan tersebut seharusnya diberikan secara langsung oleh Presiden Austria Alexander Van der Bellen. Tetapi situasi pandemi Covid-19 membuat resepsi penghargaan dilakukan secara sederhana namun khidmat di Kedutaan Besar Austria, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (25/3).

Lencana kehormatan sendiri disematkan oleh penjabat Duta Besar Austria untuk Indonesia Philipp Roessl kepada Presiden Direktur PT Andritz Hydro itu, di hadapan keluarga dan kerabatnya.

"Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa Presiden Austria Alexander Van der Bellen telah memutuskan, berdasarkan rekomendasi dari Menteri Federal Urusan Perubahan Iklim, Lingkungan, Energi, Mobilitas, Inovasi, dan Teknologi, Leonore Gewessler, untuk memberikan penghargaan ‘Decoration of Honour in Gold for Services to the Republic of Austria’ kepada Anda," ujar Dubes Roessl, disambut tepuk tangan meriah.

Selama pidatonya, Dubes Roessl menyoroti kontribusi Ullmer dalam mempromosikan teknologi dan keahlian Austria di bidang pembangkit listrik tenaga air terhadap pemanfaatan sumber daya energi terbarukan yang berkelanjutan.

Salah satu pencapaian Ullmer yang digarisbawahi adalah keberhasilannya dalam turut membangun lebih dari 28.000 MW pembangkit listrik tenaga air di Asia dan Oseania, dengan 2.863 di antaranya di Indonesia.

Di samping prestasinya, Ullmer juga memberikan keteladanan dalam kegiatan sosialnya, termasuk menggalang dana untuk beasiswa selama krisis keuangan pada 1998, hingga memberi dukungan pada korba tsunami Aceh 2004, dan membangun pusat rehabilitasi pencandu narkoba di Bhutan.

"Ia telah bertindak sebagai Duta Austria yang secara aktif meningkatkan reputasi Austria di luar negeri," ucap Dubes Roessl.

Pada gilirannya, Ullmer menyampaikan rasa terima kasih dan kerendahan hati pada pemerintah Austria yang telah memberikan pengakuan atas kerja keras dan komitmennya.

"Jika Anda ingin sukses, Anda harus berkomitmen. Tapi komitmen dan kerja keras juga bergantung pada keadaan. Sehingga perlu ada kombinasi antara kerja keras, keberuntungan, dan peluang. Beberapa peluang dibuat, dan lainnya harus dicari," tuturnya.

Ullmer menyebut, banyak orang hanya mengingat kesuksesan. Namun di balik itu, ada banyak usaha, pengorbanan, dan kegagalan yang dirasakan. Salah satu kegagalan yang diingatnya adalah menutup operasi Andritz di Indonesia.

Terlepas dari itu, Ullmer menggarisbawahi pentingnya mengingat dan berterima kasih atas dukungan dan kontribusi yang diberikan orang-orang sekitar.

"Anda tidak boleh melupakan orang-orang yang berkontribusi, yang membantu Anda berdiri ketika jatuh, yang mendukung Anda tanpa lelah," tegasnya.

Ke depannya, ia engatakan, sangat penting untuk bersama-sama menghentikan pemanasan global dan mempercepat transisi energi untuk mencapai emisi nol karbon bersih secepat mungkin.

"Ini, tentu saja, selalu menjadi salah satu misi utama saya, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi semakin penting. Masalah perubahan iklim tidak dapat ditangani sendiri tetapi membutuhkan komitmen dunia," demikian Ullmer.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya