Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Justru Langkah Jenderal Andika Perkasa Konstitusional dan Demokratis

RABU, 06 APRIL 2022 | 13:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Setiap individu yang lahir ke muka bumi berhak untuk menjadi apa saja dalam menjalani hidupnya. Mereka terlahir suci dan tidak boleh dicap sebagai manusia pembawa dosa turunan.

Apalagi jika “penyematan” dosa turunan itu dipakai untuk membatasi ruang gerak mereka hanya karena ilusi traumatik.

Begitu kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi langkah tegas Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang membolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) mengikuti seleksi prajurit TNI.


“Tidak ada dosa turunan. Setiap manusia berhak mendapatkan perlakuan yang sama,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/4).

Secara khusus, Iwan Sumule mengurai bahwa Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 hanya menerangkan bahwa PKI dibubarkan dan dilarang. Termasuk larangan simbol, atribut, dan paham komunisme.

Sementara untuk kader atau keturunannya tak dilarang menjadi apapun di negara ini sesuai amanat UUD 1945 Pasal 27 ayat (1).

“Jadi tidak ada yang salah dari pernyataan Jenderal Andika,” tegasnya.

Sebaliknya, apa yang dilakukan Jenderal Andika merupakan sebuah gebrakan di tubuh TNI. Mantan KSAD itu, sambung Iwan Sumule, ingin menciptakan kehidupan yang demokratis di TNI.

“Justru apa yang disampaikan Jenderal Andika menunjukkan beliau sangat konstitusional dan demokratis,” tekannya.

Masih kata Iwan Sumule, sejarah yang mengatakan PKI ada memang tidak pernah bisa dihapus. Tetapi, bangsa Indonesia harus terus bergerak maju untuk membangun masa depan.

"Sejarah penting untuk diketahui dan dikenang, untuk memberi pelajaran agar sejarah yang buruk tak terulang, dan dapat membuat kita menjadi lebih baik, bukan untuk menciptakan dendam," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya