Berita

Petugas pom bensin sedang menuang Pertalite/Net

Politik

Silang Pendapat Kenaikan Pertalite Perjelas Ada Menteri yang Merasa Paling Kuasa

RABU, 06 APRIL 2022 | 08:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tidak adanya sinkronisasi pernyataan soal kenaikan harga BBM, semakin menunjukkan adanya pejabat negara yang merasa memiliki kewenangan paling besar.

Begitu kata Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi adanya perbedaan pernyataan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dengan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal rencana kenaikan BBM jenis Pertalite maupun LGP 3 kilogram.

"Dari pernyataan Komisaris Utama Pertamina jelas tidak memiliki sinkronisasi dengan Menko Marves terkait rencana kenaikan BBM dan gas 3 kilogram," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/4).


Menurutnya, silang pendapat antara pejabat negara tersebut, semakin memperjelas bahwa ada menteri di kabinet Presiden Joko Widodo yang merasa memiliki kewenangan terlalu besar.

Menteri itu lantas merasa bisa mengklaim yurisdiksi kementerian lainnya. Keanehan lainnya adalah baru kali ini kenaikan BBM jenis Pertamax diumumkan oleh pemerintah. Padahal, selama ini BBM jenis Pertamax sudah fluktuatif mengikuti mekanisme liberal yang dipermanis dengan istilah keekonomian.

Mekanisme penentuan harga terjadi sejak adanya persengkongkolan jahat antara oligarki lokal dan asing yang kemudian secara tiba-tiba melahirkan Peraturan Presiden (Perpres) 55/2005 Juncto Perpres 9/2006.

"Yang melegalisasi terbukanya kembali ruang liberalisasi penguasaan hulu-hilir pengelolaan minyak dengan payung UU 22/2001 tentang Migas," pungkas Satyo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya