Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Berikan BLT Minyak Goreng Tanda Pemerintah KO Lawan Kartel

RABU, 06 APRIL 2022 | 06:01 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pemerintah dianggap kalah dalam menghadapi polemik kelangkaan serta kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri, ketika memutuskan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"BLT ini simbol nyata kalahnya pemerintah dari mafia minyak goreng yang disebut Mendag. Ini sekaligus menjadi tanda bagi dunia internasional, bahwa pemerintah gagal menjaga keseimbangan pasar. Jadi wajar kalau banyak investor kabur," kata komunikolog politik Tamil Selvan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/4).

Pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini mempertanyakan mengapa pemerintah tidak segera melakukan pelarangan ekspor CPO seperti kebijakan larangan ekspor batubara pada Januari yang lalu.


"Yang saya binggung mengapa urusan minyak goreng ini, negara tidak ambil langkah taktis melarang ekspor seperti batubara kemarin. Artinya, patut diduga ada kekuatan besar yang membelenggu oknum pemerintah yang berwenang," jelasnya.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan agar para pembantu Jokowi dapat intropeksi diri terkait maraknya wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Sebab menurutnya, pemerintah jelas tidak mampu melawan kartel minyak goreng, lalu apa alasannya pemerintahan ini mau diperpanjang, tanyanya.

"Lawan mafia minyak goreng saja KO, malah mau perpanjangan masa jabatan presiden. Menteri yang ngomong itu, ngaca dong. Proposal apa yang mau ditawarkan ke rakyat, jika kinerja pemerintah berantakan begini?" tutupnya.

Diketahui Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai atau BLT minyak goreng kepada masyarakat pada April 2022. Program BLT minyak goreng ini diberikan dalam rangka meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Target penerima bansos BLT minyak goreng ini adalah keluarga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan makanan gorengan.

Sedangkan total penerima BLT minyak goreng adalah 23 juta orang. Rinciannya, 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar BPNT dan PKH, serta 2,5 juta PKL.

Rencananya, BLT minyak goreng akan diberikan pada April, Mei dan Juni sebesar Rp100.000 per bulan. BLT minyak goreng dibayarkan sekaligus pada April 2022. Sehingga masyarakat yang memenuhi syarat nantinya akan menerima bantuan senilai Rp 300.000.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Bedakan Es Gabus dengan Spons Saja Tidak Bisa, Apalagi Ijazah Asli

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:09

Mendesak Pemberlakuan Cukai MBDK

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:03

Paling Ideal Kedudukan Polri di Bawah Presiden

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:21

MBG Lebih Mendesak, Lapangan Kerja Nanti Dulu Ya!

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:16

Eggi Sudjana Cs Telah Jadi Pelayan Kepentingan Politik Jokowi

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:11

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

PKR Tatap Pemilu 2029 Mengandalkan Kader Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:09

Kubu Jokowi akan Terus Lancarkan Strategi Adu Domba terkait Isu Ijazah Palsu

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:04

Ahmad Luthfi Menghilang saat Bencana Menerjang Jateng

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:38

Roy Suryo akan Laporkan Balik Eggi Sudjana Cs

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:15

Selengkapnya