Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Tolak Kedatangan Putin di G20, Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai Gelar Aksi di Kedubes Rusia dan Ukraina

SELASA, 05 APRIL 2022 | 16:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang yang terjadi di Ukraina telah berdampak besar bagi seluruh dunia, dan menciptakan penderitaan bagi masyarakat. Bahkan situasi saat ini memicu kekhawatiran terjadinya perang nuklir.

Untuk itu, Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai akan menggelar aksi damai bersama sejumlah pengunjuk rasa pada Rabu (6/4) mulai pukul 11.00 WIB.

Diperkirakan akan ada 150 mahasiswa dan pemuda yang bergabung dalam aksi.


Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai, Agung Wisnu Hidayat mengatakan aksi akan dilakukan di lokasi Kedutaan Besar Rusia dan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta.

"Kami dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai tidak bisa berdiam diri tanpa melakukan apapun dengan melihat kejahatan dan kekejaman pasukan Rusia di Ukraina," tegas Agung dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Selasa (5/4).

Agung mengatakan, efek perang telah dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu yang terasa adalah kenaikan minyak dan barang-barang pokok lainnya.

"Kita sudah tidak tahan lagi melihat peperangan antara Rusia dan Ukraina di Ukraina. Bagaimana dengan Anda? Kita merasa terdorong memakai hak demokrasi untuk bersuara membela perdamaian," tambahnya.

Menurut Agung, terdapat enam tuntutan yang diajukan selama aksi damai tersebut. Pertama, menghentikan perang dan segala ancaman yang memakai senjata nuklir di Ukraina. Kedua, Rusia harus menarik semua pasukannya dari Ukraina.

Ketiga, penghentian pelanggaran-pelanggaran HAM di Ukraina. Keempat, tolak kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke pertemuan G20 di Indonesia. Kelima, penghormatan hak rakyat Ukraina untuk menentukan nasib sendiri, sesuai dengan Piagam PBB.

Terakhir, aliansi menyoroti efek invasi Rusia di Ukraina yang menyebabkan Indonesia mengalami kenaikan harga dari segala aspek.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya