Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

La Nyala Kepret Luhut Pandjaitan, Minta Polemik Penundaan Pemilu Dihentikan

SENIN, 04 APRIL 2022 | 21:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Upaya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan memuluskan wacana penundaan Pemilu disikapi tegas oleh Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

La Nyalla mengingatkan Luhut bahwa wacana penundaan Pemilu bisa memicu kemarahan publik. Secara tegas ia meminta Luhut segera menghentikan upaya merealisasikan penundaan Pemilu.

Bukan sekali ini saja, La Nyalla ngepret Luhut untuk tidak lagi melakukan operasi penundaan Pemilu. Menurut LaNyalla, isu penundaan Pemilu jelas melanggar aturan negara, bahkan cenderung membahayakan bagi bangsa Indonesia.


"Demi kebaikan bangsa dan negata, saya ingatkan agar Menko Luhut tidak meneruskan polemik ini," demikian kata La Nyalla.

Lebih lanjut, La Nyalla menguraikan bahwa indikasi kemarahan publik terus menguat akhir-akhir ini.

Ia mengaku memiliki analisa big data milik DPD RI, dari data itu ditemukan kecenderungan penurunan masyarakat yang senang jika deklarasi Jokowi 3 periode. Diungkapkan La Nyalla angkanya dari 28 persen menjadi 23 persen.

Dari pantauan big data DPD, jelas La Nyalla, masyarakat makin marah karena kenaikan harga sembako.

"Naiknya harga kebutupan pokok dan rencana kenaikan LPG 3 kg meningkatkan perasaan takut masyarakat sebesar 10 persen," pungkas La Nyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI ini juga menjelaskan bahwa angka persentase kemarahan publik menyikapi wacana penundaan Pemilu meningkat dari bulan lalu sebesar 8 persen menjadi 12 persen.

Atas temuan ini, La Nyalla mengaku khawatir akan diikuti aksi lanjutan masyarakat dengan turun ke jalan. Ia mencontohkan, sudah ada gerakan mahasiswa yang menyuarakan penolakan itu.

"Ini menunjukkan indikator yang digunakan DPD RI bersesuaian dengan fakta di lapangan," pungkas La Nyalla.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya