Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan/Net

Dunia

Jelang Voting Mosi Tidak Percaya Terhadap PM Imran Khan, Polisi dan Paramiliter Dikerahkan

MINGGU, 03 APRIL 2022 | 13:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemungutan suara untuk mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Pakistan Imran Khan akan dilakukan di parlemen pada hari ini, Minggu siang (3/4) waktu setempat.

Karier Khan akan dipertaruhkan selama pemungutan suara yang diajukan oleh kelompok oposisi. Dibutuhkan minimal 172 suara untuk menjatuhkan pemerintahan Khan.

Terlepas dari upaya menggulingkan Khan, banyak pihak menilai itu sulit dilakukan dan justru berpotensi memicu ketidakstabilan politik di Pakistan.


Dari laporan Reuters, polisi dan paramiliter berjaga di jalan-jalan ibukota Islamabad menjelang pemungutan suara.

Khan kehilangan mayoritas di Parlemen setelah sekutunya keluar dari pemerintahan koalisinya dan ada serentetan pembelotan di dalam partainya yang berkuasa, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).

Pihak oposisi kemudian menyalahkan Khan yang naik ke tampuk kekuasaan pada 2018 karena gagal menghidupkan kembali ekonomi dan memberantas korupsi.

Selain krisis ekonomi, Pakistan menghadapi tantangan termasuk upaya untuk menyeimbangkan tekanan global untuk mendorong Taliban di negara tetangga Afghanistan untuk memenuhi komitmen hak asasi manusia sambil mencoba membatasi ketidakstabilan di sana.

Khan sendiri menuding Amerika Serikat (AS) menjadi dalang di balik upaya penggulingannya. Walau Washington langsung mengeluarkan bantahan.

"Langkah untuk menggulingkan saya adalah campur tangan terang-terangan dalam politik domestik oleh Amerika Serikat," tuding Khan.

Khan yang merupakan mantan pemain kriket mendesak para pendukungnya untuk turun ke jalan pada Minggu. Ia juga mengindikasikan tidak akan menerima jika parlemen memutuskan untuk menggulingkannya.

Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, Pakistan tidak memiliki perdana menteri yang menyelesaikan masa jabatan lima tahun penuh.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya