Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Kudeta Konstitusi: Indonesia Menuju Negara Diktator

OLEH: ANTHONY BUDIAWAN*
MINGGU, 03 APRIL 2022 | 12:55 WIB

PENGERTIAN dan definisi diktator adalah kepala pemerintah atau pemimpin politik yang mempunyai kekuasaan absolut, merampas kedaulatan rakyat, kekuasaan diperoleh dengan cara paksa.

Dictatorship adalah negara diktator, menjadi tirani. Yaitu, sebuah negara yang diperintah oleh seorang atau sekelompok kecil diktator.

Karakteristik Negara Diktator



Dictatorships are often characterised by some of the following: suspension of elections and civil liberties; proclamation of a state of emergency; rule by decree; repression of political opponents; not abiding by the rule of law procedures; and cult of personality.

Artinya, penundaan pemilu dan pembatasan kebebasan sipil; pernyataan keadaan darurat; memerintah dengan dekrit; tepresi lawan politik; tidak mematuhi hukum dan konstitusi; dan kultus perorangan.

Dictatorships are often one-party or dominant-party states.

Some dictators have been masters of crowd manipulation, such as Mussolini and Hitler. Others were more prosaic speakers, such as Stalin and Franco.

Typically, the dictator's people seize control of all media, censor or destroy the opposition, and give strong doses of propaganda daily, often built around a cult of personality.


Artinya, diktator umumnya sangat menguasai bagaimana cara manipulasi massa, seperti Mussolini dan Hitler.

Biasanya, diktator merebut kendali media, menyensor atau menghancurkan oposisi, dan memberikan dosis propaganda yang kuat setiap hari, seringkali dibangun di sekitar kultus perorangan.

Benih-Benih Negara Diktator dan Tirani


Membuat UU bertentangan dengan Konstitusi, seperti terbukti dari hasil uji materi di MK. Contohnya Perppu 1/2020 yang kini menjadi UU 2/2020. Kedua adalah Omnibus Law UU Cipta Kerja.

UU terindikasi bertentangan dengan konsitusi. Seperti penundaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2022 menjadi 2024, UU Ibu Kota Negara, dan presidential threshold.

UU yang ditentang masyarakat luas. Seperti UU KPK.

Pemicu menjadi Negara Diktator

Pertama adalah Penundaan Pemilu 2024. Kedua mengubah masa jabatan presiden dari dua kali menjadi tiga kali untuk kepentingan pemerintah saat ini.

*Penulis adalah Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya