Berita

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva/RMOL

Dunia

Soal Negosiasi di Turki, Dubes Rusia: Ukraina Sudah Ada di Jalan yang Benar

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 18:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah kurang lebih satu bulan operasi militer khusus diluncurkan oleh Rusia ke Ukraina, kedua negara kembali menjajaki negosiasi damai.

Negosiasi damai dilakukan di Istanbul, Turki pada Selasa (29/3). Itu merupakan pertemuan tatap muka pertama kedua belah pihak selama hampir tiga pekan, ketika putaran diskusi di Belarus tidak menemui titik terang.

Dalam kesempatan tersebut, tim negosiator Ukraina menyampaikan proposal bahwa pihaknya siap untuk menarik rencana menjadi anggota NATO. Tetapi sebagai imbalan, Rusia harus memberikan jaminan keamanan.


Menurut Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, proposal tersebut merupakan salah satu langkah yang tepat bagi Ukraina untuk duduk bersama dengan Moskow.

"Saya tidak punya kapasitas untuk mengomentari hal ini, tapi itu sudah ada di jalan yang benar. Sebelumnya mereka menunda-nunda. Saya pikir sekarang mereka tidak punya pilihan," ujarnya dalam diskusi bersama CEO RMOL Network, Teguh Santosa di Kopi Timur, Jakarta Timur, pada Rabu (30/3).

Kendati begitu, Dubes Vorobieva mengatakan ia tidak bisa mengomentari lebih jauh mengingat rincian dari proposal tersebut tidak dipublikasikan.

Saat ini, ia melanjutkan, pihak Rusia masih mempelajari dan mempertimbangkan proposal tersebut dengan matang.

"Mereka mengirim kami proposal tertulis dan sekarang kami tengah mempertimbangkannya, lalu kami akan memberikan jawaban," jelasnya.

Tetapi jika proposal tersebut ditindaklanjuti, ia menyebut ada kemungkinan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bertemu dan menandatangani kerjasama.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan, Rusia sendiri mengumumkan keputusan untuk mengurangi operasi militer di Kyiv dan Charkhiv.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya