Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan/Net

Dunia

AS Bantah Jadi Dalang Konspirasi Penggulingan PM Pakistan Imran Khan

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 15:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) membantah tudingan dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan bahwa Washington terlibat dalam konspirasi untuk menggulingkannya.

Tudingan tersebut muncul dari mulut Khan pada Kamis (31/3), menjelang mosi tidak percaya di parlemen terkait kekuasaannya.

Khan mengatakan AS merupakan bagian dari konspirasi untuk menggulingkannya karena pemerintahannya memiliki kebijakan luar negeri yang independen. Ia kemudian menyalahkan partai-partai oposisi Pakistan yang disebutnya sebagai "antek kekuatan asing".


Menanggapi hal tersebut, jurubicara Gedung Putih Kate Bedingfield buka suara.

"Sama sekali tidak ada kebenaran atas tuduhan itu," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Anadolu Agency, Jumat (1/4).

Oposisi gabungan, yang dipimpin oleh Partai Rakyat Pakistan dan Liga Muslim Pakistan-Nawaz, mengajukan mosi tidak percaya terhadap Khan pada 8 Maret. Pemungutan suara diharapkan dilakukan pada 3 April.

Tehreek-e-Insaf Pakistan yang yang digawangi Khan memiliki 155 anggota di Majelis Nasional yang beranggotakan 342 orang. Membutuhkan setidaknya 172 anggota parlemen untuk memegang kekuasaan.

Sekitar dua lusin anggota parlemen Khan sendiri juga telah mengumumkan dukungan untuk oposisi, yang sekarang mengklaim memiliki mayoritas di majelis rendah parlemen dan telah meminta perdana menteri untuk mundur.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya