Berita

Mata uang rubel/Net

Dunia

Ancam India Tak Gunakan Rubel, AS: Ada Konsekuensi Jika Mengelak dari Sanksi

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan kepada India untuk tidak menggunakan transaksi rupee-rubel ketika membeli minyak dari Rusia.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS untuk Ekonomi Internasional, Daleep Singh, seperti yang dimuat The Hindu pada Kamis (31/3).

Singh sendiri mengunjungi New Delhi, beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendarat di ibukota India itu.


"Akan ada konsekuensi bagi negara mana pun, termasuk India, yang melakukan transaksi mata uang lokal melalui bank sentral Rusia atau membangun mekanisme pembayaran yang menumbangkan atau mengelak dari sanksi AS terhadap Rusia," ujar Singh.

Lebih lanjut, Singh mengatakan, India tidak boleh berharap kepada Rusia yang dikenal sebagai sekutu China. Ia mengatakan, Rusia tidak akan membantu India jika terjadi konflik di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) dengan China.

“Saya datang ke sini dengan semangat persahabatan untuk menjelaskan mekanisme sanksi kami, pentingnya bergabung dengan kami, untuk mengekspresikan tekad bersama dan untuk memajukan kepentingan bersama," tambah Singh.

“Kami sangat ingin semua negara, terutama sekutu dan mitra kami, untuk tidak membuat mekanisme yang menopang rubel, dan mereka yang berusaha merusak sistem keuangan berbasis dolar,” tambahnya,

Pejabat Bank Rusia bertemu dengan pejabat Reserve Bank of India pada pekan ini untuk membahas mekanisme pembayaran alternatif dan rute melalui bank yang kebal terhadap sanksi internasional.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya