Berita

Rusia adalah salah satu produsen gandum terbesar di dunia/Net

Dunia

Tanpa Rusia di G20, Krisis Pangan Global Akan Memburuk

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 09:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Banyak pihak menolak rencana Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat untuk mengecualikan Rusia di kelompok ekonomi G20 sebagai imbas dari invasinya ke Ukraina.

Salah satu pihak yang menolak rencana tersebut adalah kelompok bantuan kemanusiaan asal Jerman, Welthungerhilfe (WHH).

Kepala eksekutif WHH, Mathias Mogge menilai, pengecualian Rusia dari G20 hanya akan memperlambat upaya untuk mengatasi krisis pangan global yang saat ini sudah buruk akibat perang.


Sebaliknya, Mogge menilai, penting untuk menjaga komunikasi dengan Rusia, yang merupakan salah satu produsen gandum terbesar di dunia.

"Tentu saja, Rusia adalah agresor di sini, dan perlu ada sanksi dan segalanya. Tetapi dalam situasi kemanusiaan seperti yang kita alami saat ini, harus ada jalur komunikasi yang terbuka," jelasnya, seperti dikutip Reuters, Kamis (31/3).

Sebagai perbandingan, Mogge mengatakan, Rusia masih menjadi bagian dari G8 selama krisis pangan 2007-2008, dan emmainkan peran yang konstruktif untuk mengurangi kelaparan di seluruh dunia.

Rencana untuk mengeluarkan Rusia dari G20 sendiri muncul dari Presiden AS Joe Biden. Namun para ahli cukup sangsi lantaran proposal tersebut dapat langsung ditolak oleh China, India, dan beberapa anggota G20 lainnya.

Rusia dan Ukraina telah menyumbang 25 persen dari ekspor gandum dunia, dan 16 persen dari ekspor jagung.

Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu, harga bahan pangan di pasar global naik tajam, bersamaan dengan harga minyak dunia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya