Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Persatuan Wartawan Preteli 200 Akun Buzzer Kampanye Anti-Kuba

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 08:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lebih dari 200 akun Twitter diidentifikasi menjadi buzzer untuk membuat kampanye anti-Kuba di media sosial dengan tagar #SOSCuba.

Hal itu diungkap oleh perkumpulan wartawan Kuba, Periodistas Cuba, lewat akun Twitter mereka pada Rabu (30/3). Temuan tersebut juga dibagikan oleh situs resmi kepresidenan Kuba.

Hasil analisis dari Pariodistas Cuba menunjukkan, ada 15.058 komunitas pengguna dalam 24 jam terakhir yang menghasilkan 59.936 tweet.


Menurut informasi, @agusantonetti menjadi promotor terpenting kampanye #SOScuba, karena mengaktifkan hampir 7.000 akun Twitter, mengirimkan lebih dari 8.500 tweet.

Analisis juga menunjukkan bahwa pengguna @unpoetaahí memiliki tautan ke 1.636 akun Twitter yang telah menghasilkan lebih dari 14.500 tweet. Akun tersebut diketahui melakukan kampanye dan serangan informasi dari Florida, Amerika Serikat.

Melihat data-data ini, Periodistas Cuba mengecam keras kampanye tersebut.

"Ini tentang operator politik Atlas Network, jaringan neo-fasis internasional yang dibiayai oleh dana sayap kanan yang terkait dengan Steve Bannon, yang juga memimpin kampanye informasi yang salah terhadap gerakan sosial dan progresif,” kata organisasi tersebut, seperti dikutip Prensa Latina.

Menurut penyelidikan, lebih dari 200 akun Twitter telah dibuat, semuanya terdaftar pada Maret 2022 dan sebagian besar hanya berinteraksi dengan konten #SOScuba.

Misalnya akun @Cubanodeapie20 yang dibuat pada Rabu (30/3) dan dalam waktu kurang dari 24 jam sudah memiliki 310 tweet, 220 di antaranya telah di-retweet ke konten yang terkait dengan tagar #SOScuba.

Contoh lain sebagai manipulasi media adalah bahwa dalam 36 jam terakhir pengguna #SOScuba tidak mengirimkan konten mereka sendiri, namun mereka terus dan diikuti oleh promotor utama kampanye media saat ini melawan Kuba.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya