Berita

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Menang, Prabowo Disarankan Cermat Pilih Cawapres

KAMIS, 31 MARET 2022 | 13:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tingginya elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dari berbagai hasil lembaga survei tak menjamin, Menteri Pertahanan itu bakal menang ketika mencalonkan kembali sebagai Capres 2024.

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat, ada beberapa penyebabnya mengapa hasil survei tinggi tak menjamin Prabowo menang Pilpres.

Pertama, kata Jamiluddin, elektabilitas Prabowo masih bersaing ketat dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.


"Bahkan hasil survei memperlihatkan, mereka bertiga kerap bergantian menduduki posisi pertama dalam hal elektabilitas. Berbeda halnya bila elektabilitas Prabowo jauh meninggalkan kompetitornya,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (31/3).

Yang kedua, Jamiluddin menguraikan, Prabowo berpeluang memenangkan Pilpres 2024 bila wakilnya juga memiliki elektabilitas tinggi. Untuk itu, Prabowo harus jeli memilih Cawapres yang memang dapat mendongkrak elektabilitas mereka sebagai pasangan.

"Kehati-hatian itu diperlukan karena dua sosok yang sama-sama memiliki elektabilitas tinggi belum tentu elektabilitasnya juga tinggi bila dipasangkan. Bisa saja pendukung pasangan tersebut tidak cocok, sehingga dukungannya tidak bertambah. Bisa jadi antar pendukung saling meniadakan sehingga dukungan justru berkurang kepada pasangan tersebut,” bebernya.

Terakhir, Prabowo harus didukung koalisi partai politik yang militan. Karena itu, Prabowo harus selektif memilih partai politik yang akan diajak berkoalisi.

"Hanya koalisi partai politik yang mau "berkeringat" saja yang berpeluang dapat meningkatkan elektabilitas. Partai politik seperti ini akan all out memenangkan pasangan Capres yang diusungnya,” tutupnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya