Berita

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva dalam diskusi di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Rabu, 30 Maret 2022/RMOL

Dunia

Dubes Lyudmila Vorobieva: Ukraina adalah Proyek Anti-Rusia yang Dibuat Barat

KAMIS, 31 MARET 2022 | 10:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situasi di Ukraina saat ini tidak akan terjadi jika negara-negara Barat mendengarkan kekhawatiran Rusia, khususnya pada ekspansi NATO yang terus bergerak ke arah timur dan mengancam Moskow.

Begitu kiranya yang disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva ketika berbincang dengan CEO RMOL Network, Teguh Santosa di Kopi Timur, Jakarta Timur, pada Rabu (30/3).

Dubes Vorobieva menyebut, Barat telah menggunakan Ukraina sebagai alat atau instrumen, baik secara politik maupun militer, untuk melawan Rusia.


"Barat berusaha untuk mengubah Ukraina, dan mereka berhasil melakukannya, menjadi proyek anti-Rusia. Seperti yang dikatakan Presiden (Vladimir) Putin, Ukraina sudah bertransformasi menjadi anti-Rusia," ujarnya.

Tepatnya sejak kudeta di Ukraina pada 2014, Dubes Vorobieva menuturkan, Barat berusaha mencuci otak masyarakat Ukraina melalui organisasi non-pemerintahan, akademik, hingga program edukasi lainnya.

Bahkan saat ini, Barat telah mendorong Ukraina ke dalam perang.

"Pada dasarnya, kami tidak memiliki pilihan lain. Tentu untuk orang normal, perang adalah sesuatu yang tragis, dan kami (Rusia) mengetahui itu. Kami kehilangan 27 juta orang di Perang Dunia 2," sambung Dubes Vorobieva.

Kendati begitu, ia melanjutkan, Rusia tidak memiliki pilihan solusi diplomatis lantaran Barat yang tidak pernah mendengarkan kekhawatiran Moskow.

Alhasil, Rusia meluncurkan "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Lebih lanjut, Dubes Vorobieva menekankan, Rusia selalu berusaha meminimalisir korban di pihak sipil, tidak seperti yang disampaikan oleh media-media Barat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya