Berita

Prof. Ginandjar Kartasasmita/Net

Politik

Ginandjar Kartasasmita: Perang Rusia-Ukraina Terkait Keanggotaan Ukraina dalam NATO

KAMIS, 31 MARET 2022 | 04:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina adalah konflik ikutan paska bubarnya ideologi dan sistem politik komunis Rusia di bawah Perestroika Gorbachev. Kebijakan Gorbachev memicu disintegrasi Uni Soviet yang berujung pada pemisahan 3 negara bagian utama USSR Belarus, Rusia dan Ukraina.

Begitu yang dikatakan Prof. Ginandjar Kartasasmita dalam acara diskusi virtual “Security Dilemma” – Dan Kepentingan Nasional Indonesia dan Asia” (Belajar dari Kasus Rusia – Ukraina), Rabu (30/3).

Ginandjar menyampaikan setelah masing-masing menjadi negara merdeka timbul ketegangan Rusia-Ukraina. Sebabnya, ketegangan terkait soal aset dan infrastruktur militer Uni Soviet yang banyak terdapat di Ukraina. Begitupun soal Etnis Rusia di Ukraina, dan isu Krimea yang 65,3 persen warganya adalah etnis Rusia.


“Agresi Rusia ke Ukraina adalah soal prinsip keanggotaan Ukraina dalam NATO, yang terbuka kemungkinannya setelah amandemen konstitusi Ukraina pada 2019,” ucap Prof. Ginandjar.

Menurutnya, Rusia menganggap prospek keanggotaan Ukraina ke dalam NATO sebagai pelanggaran terhadap garis mera  Rusia dan ancaman terhadap keamanan Rusia. Sementara sebagian negara-negara eks USSR juga sudah bergabung ke dalam NATO.

Dia menambahkan, perang Rusia-Ukraina saat ini adalah penyelesaian sengketa model Abad 20 yang ditandai dengan dua kali Perang Dunia serta beberapa perang besar Korea, Vietnam, Afghanistan dan lain-lain.

“Terdapat ofensif satu negara ke negara lain dan meninmbulkan korban jutaan warga sipil baik meninggal ataupun mengungsi,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Ginandjar, selama dua dasawarsa Abad 21 dunia telah semakin mengglobal baik hubungan antar negara, kehidupan individu dan sosial, ekonomi, politik.

Hubungan itu, kata Ginandjar telah disatukan oleh kemajuan teknologi digital dan komunikasi yang sangat pesat (Dani Rodrik, March 2022 pada buku Hyper Globalization, Harvard University).

Berbagai model bisnis dan kegiatan ekonomi keuangan terinteraksi mendunia dengan berbagi aplikasi internet, Sosmed dan aneka gadget. Di dunia politik, perangkat teknologi membuka pintu datangnya era “Demokrasi Digital”.

“Demokrasi kembali ke arah demokrasi langsung seperti zaman Athena Yunani, namun saat ini demokrasi langsung difasilitasi oleh kemajuan perangkat teknologi komunikasi dan digital,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya