Berita

Diskusi RMOL World View antara CEO RMOL Network, Teguh Santosa dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 30 Maret 2022/RMOL

Dunia

Dubes Rusia: Kami Sudah Melakukan Cara Diplomatik Selama 8 Tahun, tapi NATO Melewati "Red Line"

RABU, 30 MARET 2022 | 16:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia tidak memiliki pilihan lain selain meluncurkan "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina karena Barat dan NATO telah melanggar janji untuk tidak mengekspansi diri ke arah timur.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan Moskow telah menahan diri selama dua dekade meski NATO terus melanggar janjinya.

Berbicara dalam diskusi RMOL World View pada Rabu (30/3), Dubes Vorobieva menjelaskan akar dari konflik antara Rusia dan Ukraina terjadi sebelum hancurnya Uni Soviet.


"Jika Anda ingin memahami akar konflik ini, tentu Anda harus mengerti sejarahnya, yang bahkan terjadi sebelum hancurnya Uni Soviet," ujarnya dalam diskusi yang digelar di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu.

Ia menuturkan, berdasarkan kesepakatan setelah Perang Dunia 2, Jerman terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Ketika itu, Uni Soviet memiliki pasukan di Jerman Timur yang merupakan negara independen.

Namun ketika proses reunifikasi Jerman pada pemerintahan Mikhail Gorbachev, Uni Soviet diminta untuk menarik pasukannya dari Jerman Timur. Sebagai imbalan, Amerika Serikat (AS) dan NATO berjanji untuk tidak mengekspansi diri ke arah timur.

"Kami mempercayai itu, tapi mereka berbohong. Pasukan kami ditarik dari Republik Demokratik Jerman, Jerman melakukan reunifikasi, tapi NATO masih melakukan ekspansi," tambahnya.

Menurut Dubes Vorobieva, NATO telah melakukan ekspansi ke arah timur sebanyak delapan kali sejak tahun 1999. Rusia sendiri telah berulang kali menyatakan kekhawatirannya tersebut.

"Sebenarnya untuk Rusia, seperti yang disampaikan Presiden (Vladimir) Putin, red line-nya adalah untuk Ukraina menjadi bagian dari NATO," tegasnya.

"Kenapa? Sangat mudah untuk memahaminya," imbuh Dubes Vorobieva.

Mengacu letak geografis, ia melanjutkan, Ukraina merupakan negara yang besar, bahkan paling besar di Eropa setelah Rusia. Ukraina dan Rusia memiliki perbatasan sepanjang 2.000 kilometer.

Dengan kenyataan tersebut, Dubes Vorobieva menggarisbawahi, Ukraina akan menjadi ancaman karena bisa menjadi tuan rumah infrastruktur militer NATO.

"Itu artinya rudal mereka bisa mencapai Moskow dalam waktu tiga menit. Bagaimana kami bisa tidak merasa terancam?" ucapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perkembangan situasi pada 2014, ketika pemerintahan anti-Rusia mengusai Ukraina.

"Sari sisi Rusia, kami berusaha menggunakan cara diplomatik selama delapan tahun, kami berusaha melakukan itu," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya