Berita

Mata uang Rusia, rubel/Net

Dunia

Jepang Desak Perusahaannya Tak Bayar Gas Rusia Pakai Rubel

SELASA, 29 MARET 2022 | 12:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Jepang telah mendesak perusahaan-perusahaannya untuk tidak membeli gas Rusia menggunakan mata uang rubel.

Hal itu diungkap oleh Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno kepada wartawan, seperti dikutip ANI News, Selasa (29/3).

“Sampai saat ini, tidak ada pemberitahuan bahwa kontrak yang ada dengan perusahaan Jepang untuk pasokan LNG (gas alam cair) dari Rusia akan jatuh di bawah persyaratan untuk dikonversi ke rubel" ujarnya.


"Namun, jika tuntutan tersebut diterima, pemerintah Jepang ingin meminta perusahaan untuk tidak menyetujuinya dengan kondisi seperti itu,” tambahnya.

Rusia telah menjadikan rubel sebagai satu-satunya mata uang penjualan gasnya ke negara-negara yang dianggap tidak bersahabat.

Menurut laporan Gazprom, 58 persen dari penjualan gas alam ke Eropa dan negara-negara lain pada 27 Januari diselesaikan dalam euro. Lalu dolar AS menyumbang sekitar 39 persen dari penjualan kotor, dan poundsterling sekitar 3 persen.

Namun itu akan berubah menjadi murni rubel, sesuai dengan keinginan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Adapun daftar negara "tidak bersahabat" yang diumumkan oleh Rusia itu adalah Amerika Serikat, negara-negara anggota Uni Eropa, Inggris, Jepang, Kanada, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, Swiss, dan Ukraina.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya