Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov/Net

Dunia

Rusia Larang Masuk Warga dari Daftar Negara-negara yang "Tidak Bersahabat"

SELASA, 29 MARET 2022 | 06:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia akan membatasi masuknya orang-orang dari negara-negara yang tidak bersahabat. Langkah itu diluncurkan sebagai tanggapan atas sikap 'tidak ramah' dari negara-negara tersebut, yang bahkan di antaranya ada yang berupaya menjejalkan paham anti-Rusia.

Negara-negara yang dianggap tidak bersahabat itu antara lain, Inggris, Amerika Serikat, dan semua negara Uni Eropa.

Saat ini, draft tentang tindakan visa pembalasan sedang dirancang sesuai keputusan presiden, menurut Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dalam sambutan yang disiarkan televisi, Senin (28/3).


"Itu sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat dari sejumlah negara asing," kata Lavrov, dalam sambutan yang disiarkan televisi. "Tindakan ini akan memperkenalkan sejumlah pembatasan masuk ke wilayah Rusia."

Rusia tengah dikepung ribuan sanksi, kata Lavrov. Negara-negara Barat sedang 'berpesta sanksi' untuk meruntuhkan ekonomi Rusia sekaligus menyebarkan sikap anti-Rusia.

Rusia yang pernah mengatakan dengan yakin bahwa sanksi itu tidak mempengaruhi apa pun, tergerak untuk meluncurkan sanksi balasan, yang menurut Lavrov perlu dan menjadi hak Rusia untuk membalas.

Menurut dekrit yang diterbitkan di situs web pemerintah, daftar tersebut mencakup Albania, Andorra, Australia, Inggris Raya, termasuk Jersey, Anguilla, Kepulauan Virgin Britania Raya, Gibraltar, negara-negara anggota UE, Islandia, Kanada, Liechtenstein, Mikronesia, Monako, Selandia Baru, Norwegia, Korea Selatan, San Marino, Makedonia Utara, Singapura, AS, Taiwan, Ukraina, Montenegro, Swiss, dan Jepang, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya