Berita

Mufti Tatar Krimea, Ayder Rustemov dan penerjemah dalam webinar pada 27 Maret 2022/Repro

Dunia

Mufti Tatar Krimea: Situasi di Ukraina Bukan Perang Biasa, tapi Kegelapan Bagi Kehidupan

SENIN, 28 MARET 2022 | 07:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang di Ukraina bukan dimulai pada 24 Februari 2022, namun delapan tahun sebelumnya, ketika pasukan Rusia datang ke Krimea.

Namun sejak Rusia menginvasi Ukraina sebulan yang lalu, Muslim Krimea bersama-sama melakukan demonstrasi dan mempertahankan agar pasukan Rusia tidak mendapatkan administrasi lokal tertinggi.

Begitu yang dikatakan oleh Mufti Tatar Krimea, Ayder Rustemov ketika berbicara dalam webinar yang digelar oleh Universitas Sahid dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) pada Minggu (27/3).


"Semua yang terjadi sekarang di Ukraina bukan perang biasa, karena sangat banyak warga sipil yang dibunuh, termasuk perempuan dan anak-anak," ujarnya.

Bahkan, ia melanjutkan, serangan yang dilakukan oleh Rusia saat ini membabi buta hingga wartawan sekali pun ikut menjadi korban.

Mengutip data statistik, Rustemov menyebut hampir 4.431 rumah warga sipil sipil, lebih dari 548 sekolah dan universitas, 135 rumah sakit, hingga lebih dari 60 gereja dan tiga masjid telah hancur sejak serangan dimulai.

Di sisi lain, lebih dari 3 juta orang dipaksa untuk meninggalkan negara mereka agar bisa mengungsi.

"Dan itu semua terjadi karena pikiran geopolitik satu orang jahat yang tindakannya sudah setara dengan Lenin dan Stalin," ucapnya.

"Semua kedzaliman yang ada sekarang adalah kegelapan yang ada dalam kehidupan ini," tambahnya.

Apa yang terjadi saat ini di Ukraina, tambahnya, adalah puncak ketidakadilan dan kejahatan, yang bukan hanya ancaman bagi Ukraina, namun juga Eropa dan dunia.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya