Berita

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu/Net

Dunia

Menlu Turki: Ukraina Tak Boleh Memihak dan Tidak Bisa jadi Anggota NATO

MINGGU, 27 MARET 2022 | 16:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ukraina tidak memiliki kesempatan untuk memilih antara Rusia atau Barat. Negara tersebut harus memiliki kebijakan yang seimbang sehingga tidak bisa menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Begitu yang ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ketika berbicara di Forum Doha pada Sabtu (26/3).

"Kami adalah mediator dan kami harus netral pada saat ini. Tidaklah tepat untuk berkomentar. Tugas kita adalah membantu kedua belah pihak menyelesaikan masalah ini. Pada akhirnya, Zelensy dan Putin akan memutuskan. Kami ingin menyatukan mereka," ujarnya, seperti dikutip bulgarianmilitary.com.


Cavusoglu sendiri telah melakukan pertemuan terpisah dengan mantan presiden Yayasan Konferensi Keamanan Munich Duta Besar Wolfgang Ischinger, menlu Qatar, hingga menlu Meksiko.

"Ukraina telah menyadari bahwa mereka bukan anggota NATO dan tidak akan menjadi satu. Banyak anggota menentang keanggotaan Ukraina dan Georgia. Ukraina jelas memahami hal ini. Ukraina tidak memiliki kesempatan untuk memilih antara Barat dan Rusia. Harus ada kebijakan yang seimbang," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cavusoglu menegaskan bahwa Turki tidak akan memberikan sistem pertahanan S-400 yang dibeli dari Rusia ke Ukraina.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya