Berita

Presiden Joko Widodo menuangkan air dan tanah dari Jakarta di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur/Net

Nusantara

Aktivis 98 Ini Usul Pembangunan IKN Full Pakai APBN demi Martabat Bangsa

SABTU, 26 MARET 2022 | 08:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembiayaan pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara akan lebih terhormat jika bersumber dari Anggaran Pendapatan Nasional (APBN), bukan biaya dari pihak asing.

Aktivis dari Simpul Advokasi Angkatan '98 (Siaga), Hasanuddin mengatakan, IKN Nusantara merupakan tempat kepala negara dan kepala pemerintahan bekerja dan tinggal, serta pusat pemerintahan Indonesia.

IKN Nusantara, kata dia, merupakan simbol kedaulatan negara. Oleh karenanya, sumber pembiayaan IKN berdasarkan Pasal 24 ayat 1 huruf b yang menyatakan: "Sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan" perlu dimaknai sebagai bentuk gotong-royong nasional, dan/atau dibukanya keterlibatan potensi nasional untuk membantu pembiayaan pembangunan IKN.


"Jika dimaknai pasal tersebut sebagai pintu masuk keterlibatan asing, maka benarlah tudingan sebagian pihak bahwa pemindahan IKN semata soal membuat 'proyek investasi' untuk kepentingan di luar kepentingan nasional," kata Hasanuddin diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (25/3).

Selain itu, patut diduga sebagai bentuk baru 'kerja sama dengan interest tertentu' atas nama pemindahan ibukota yang berpotensi mencari keuntungan.

Oleh karenanya, Siaga 98 meminta pihak terkait until menyetop kerja sama asing dalam pembiayaan IKN Nusantara. Hal itu demi menjaga martabat, kerhormatan, dan kedaulatan bangsa.

"Terhadap hal ini, kami meminta stop kerja sama dengan asing untuk pembiayaan IKN, demi martabat, kerhormatan, dan kedaulatan bangsa. Kerja sama ini berpotensi memiliki interest tertentu," tegasnya.

Ia juga berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terlibat untuk melakukan pencegahan, pengawasan, dan monitoring terhadap skema serta sumber pembiayaan pembangunan IKN.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya