Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Tak Usah Ngedumel, Jokowi Tunjuk Saja Menteri yang Suka Pakai Barang Impor

JUMAT, 25 MARET 2022 | 21:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Untuk kesekian kali, Presiden Joko Widodo ngedumel di ruang publik soal anak buahnya di kabinet kerap barang impor.

Kegeraman Jokowi ini dia sampaikan saat acara pengarahan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, di Bali, Jumat (25/3).

Menurut pengamat politik Ujang Komaruddin, Presiden Joko Widodo sering mengampanyekan bangga buatan Indonesia, namun hal tersebut bertolak belakang dengan kinerja para pembantunya di kabinet yang menghabiskan uang negara dengan belanja produk impor.


"Berulang kali Presiden mengatakan hal seperti itu. Sering katakan cintai produk-produk Indonesia dan jangan beli produk impor. Namun fakta di lapangan berbicara sebaliknya, banyak pejabat yang gunakan produk impor. Dan itu bukan rahasia umum lagi,” ucap Ujang ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/3).

Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini meminta presiden dua periode itu untuk menyebut secara gamblang nama menteri yang sering membelanjakan barang impor tersebut agar mendapatkan sanksi sosial di mata masyarakat.

"Jokowi mestinya tunjuk saja siapa anak buahnya tersebut yang gunakan produk-produk impor, agar malu dan jadi pelajaran. Jika hanya ngedumel dan tidak tunjuk hidung, maka persoalan yang sama akan terus berulang dan tak akan ada ujungnya,” katanya.

Pihaknya juga mendesak Presiden Jokowi untuk memecat anak buahnya yang tidak sejalan dengan perintahnya.

"Jokowi juga mestinya mereshuffle menteri-menteri yang banyak mendatangkan produk-produk impor. Agar antara  perkataan selaras dengan kebijakan-kebijakannya,” demikian Ujang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya