Berita

Politisi senior Sabam Sirait/Net

Politik

Andreas Pariera: Sosok Sabam Sirait Mirip Petuah Sosiolog Max Weber

JUMAT, 25 MARET 2022 | 21:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Siapa yang tak kenal Sabam Sirait, tokoh nasional yang berdiri tegak melawan rezim orde baru. Seluruh rekam jejak kehidupan Sabam terekam dalam buku ‘Sabam Sirait: Berpolitik Bersama 7 Presiden’.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Pareira mengatakan, ia melihat sosok Sabam mirip dengan petuah dari sosiolog terkemuka Max Weber.

“Nasihat Max Weber ini sangat populer sangat terkenal dan banyak dipakai atau jadi pegangan mahasiswa politik di Eropa, politik sebagai panggilan, politik sebagai profesi. Kuliahnya ini, Max Weber menjelaskan tentang orang yang memahami politik sebagai panggilan hidupnya, politik sebagai pekerjaan utama dia dan politik sebagai pekerjaan sampingan, ini yang membedakan politisi itu,” kata Andreas di Media Centre DPR RI dalam diskusi bertajuk ‘Kebebasan Pers dan Relevansinya Kini,” Kamis (24/3)


Yang membedakannya, lanjut Andreas, adalah perilakunya. Sementara politik yang politisi memahami politik sebagai profesinya dia berjalan dengan substansi dan etika dan keyakinannya, itu muncul di dalam sikapnya.

“Sehingga kalau kita melihat Pak Sabam, kalau kita memperhatikan perjalanan bapak Sabam, itu dia lakukan selama perjalanan hidupnya dengan keyakinan itu ,” urai Andreas.

Ia lalu menceritakan pengalaman PAW DPR RI bersama Sabam di Tahun 2005 ia mengenang nasihat Sabam ‘Jangan belajar jadi pemimpin tetapi belajar lah menjadi Pengikut’. Menurut Andreas nasihat ini sangat bermakna.

“Beberapa pengalaman bertemu dengan bapak Sabam ini luar biasa, saya melihat bapak Sabam orang yang memahami benar dirinya, hidupnya dengan politik sebagai panggilan hidup dia,” beber Andreas.

Sementara itu, Jurnalis senior Kompas Joseph Osdar melihat sosok Sabam Surait adalah pribadi yang berani, bertaruh dengan resiko. Hal ini bisa dilihat dari gaya Sabam menyampaikan interupsi dalam sidang Umum MPR tahun 1993.

“Jadi saya katakan bukan hanya Bung Sabam berani tetapi dikatakan wah PDI berani sekali. Pada saat itu demokrasi yang Bung Sabam kumandangkan bukan yang dia katakan tetaipi actionnya itu dan itu cukup beresiko bagi saya, apalagi pada saat itu saya di istana,” ujar Joseph.

Senada dengan Josep, narasumber lainnya CEO Tempo Bambang Harymurti juga memiliki ingatan historis dengan sosok Sabam, yaitu saat kebebasan pers dikekang.

“Karena perannya beliau dalam kebebasan Pers dan Demokrasi itu pada waktu itu disaat pemberedelan tempo, detik dan editor dan pada saat itu ketika AJI didirikan membuat protes disampaikan ke DPR dan yang hanya  berani menerima adalah bapak Sabam Sirait sebgai anggota Komisi I, pada saat itu mahal sekali dan itu luar biasa,” ujar Bambang.

Jika sisi politik sudah dijabarkan narasumber lainnya, Jurnalis Senior DPR Andoes Simbolon melihat Sabam dari sisi lain.

Terlepas dari jiwa politik sosial dan aktivisme yang tinggi dalam pribadi Sabam, Andoes melihat sosok Sabam tak hanya tokoh nasional tetapi figur yang tak lupa dengan adat istiadat.

“Jadi, kebetulan marga saya Simbolon, beliau hormat dan memanggil saya Lae dan terkadang Hula-Hula sambil memperlihatkan ibu jarinya selayaknya orang Jawa,” kenang Andoes.

Buku ‘Sabam Sirait: Berpolitik Bersama 7 Presiden’ memiliki 254 halaman, dalam diskusi publik itu buku ratusan Buku Sabam juga dibagikan kepada ara jurnalis yang hadir.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya