Berita

Sekjen NATO, Jens Stoltenberg/Net

Dunia

NATO Minta Kanada Gunakan 2 Persen PDB untuk Komitmen di Ukraina

RABU, 23 MARET 2022 | 04:59 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, berharap semua sekutu, terutama Kanada "untuk berbuat lebih banyak" terhadap Ukraina. Pun menindaklanjuti janji untuk menghabiskan setidaknya 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) sebagai anggaran pertahanan untuk NATO.

Dalam sebuah wawancara, pada Minggu (20/3), Stoltenberg secara eksplisit meminta Kanada untuk mengeluarkan 2 persen PDB-nya guna membantu NATO menyediakan peralatan perang bagi Ukraina.

Ia kemudian merujuk pada perjanjian NATO sebelumnya yang sejak 2014 mengikat sekutu untuk meningkatkan pengeluaran dengan target PDB dua persen.


"Kami memiliki kesepakatan dan saya berharap semua sekutu, juga Kanada, untuk menindaklanjuti itu -bahwa kita harus menargetkan dua persen dari PDB, karena kita hidup di dunia yang lebih berbahaya," ujar Stoltenberg dalam wawancara di Rosemary Barton Live.

"Tetapi saya juga menyambut baik fokus baru dari pemerintah Kanada pada kebutuhan untuk lebih meningkatkan pengeluaran pertahanan," tambahnya.

Kepala NATO itu ditanya berulang kali tentang tingkat pengeluaran yang dia harapkan dari Kanada. Mengingat Menteri Pertahanan Kanada, Anita Anand mengatakan pada minggu ini bahwa dia mengajukan beberapa opsi ke kabinet Kanada.

"Saya yakin Kanada akan menindaklanjuti hal ini," kata Stoltenberg.

Stoltenberg melanjutkan, komitmen Kanada terhadap NATO kini sudah lebih baik dari dulu. Mengacu kepada komitmen 3.400 tentara untuk pasukan respon NATO, kepemimpinannya dari kelompok pertempuran di Latvia dan keberangkatan HMCS Halifax pada Sabtu lalu sebagai bagian dari penempatan NATO.

Dari sisi Kanada, Menhan Anand juga sempat mengatakan kepada CBC's Power & Politics pada pekan lalu bahwa Kanada telah menghabiskan persediaan peralatan di Angkatan Bersenjata Kanada yang dapat dipasok ke Ukraina.

"Tapi, tentu saja, ini bisa jadi lebih, dan itu juga alasan mengapa saya percaya bahwa pada KTT minggu depan, kami akan memulai diskusi tidak hanya tentang tanggapan langsung terhadap krisis di Ukraina, tetapi juga bagaimana kita harus mengadopsi dan mengatur ulang pencegahan dan pertahanan kita untuk jangka panjang sebagai akibat dari perang brutal yang terjadi di Ukraina ini," pungkas Stoltenberg.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya