Berita

Pabrik pupuk di Sumy, Ukraina alami kebocoran amonia/Net

Dunia

Amonia Bocor di Sumy, Menteri Ukraina: Rusia Melakukan Serangan Kimia

SELASA, 22 MARET 2022 | 17:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Ukraina menyebut kebocoran amonia di wilayah Sumy merupakan bagian dari serangan kimia yang dilancarkan oleh Rusia.

Penjabat Menteri Ekonomi dan Sumber Daya Alam Ukraina, Ruslan Strilets mengatakan, kebocoran pabrik pupuk di Sumykhimprom terjadi karena serangan Rusia pada Minggu siang (20/3).

"Penjajah melakukan serangan kimia di wilayah Sumy," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi pada Selasa (22/3).


Kebocoran tersebut berdampak di wilayah radius 2,5 kilometer. Namun karena arah angin, desa Novoselytsia juga terancam terkena dampak.

Penduduk di wilayah tersebut juga telah diimbau untuk mencari perlindungan di ruang bawah tanah untuk menghindari paparan. Jendela dan pintu juga diimbau untuk ditutup rapat dan sela-selanya dilapisi kain yang dibasahi asam sitrat atau cuka asetat kadar rendah.

"Jika Anda mencium bau ini (amonia), Anda harus bernapas melalui perban kasa basah yang direndam dalam larutan asam asetat atau asam sitrat," imbau pemerintah.

Saat ini, otoritas menuturkan telah mengirim tim penyelamat ke lokasi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya