Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pembangkit Listrik Rusak karena Gempa, Jepang Peringatkan Potensi Blackout di Tengah Musim Dingin

SELASA, 22 MARET 2022 | 16:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang telah mengeluarkan permohonan darurat kepada warga, bisnis, dan otoritas untuk menghemat energi, dengan peringatan potensi blackout atau pemadaman listrik di tengah musim dingin.

Peringatan itu disampaikan oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI), Koichi Hagiuda dalam konferensi pers darurat pada Selasa (22/3).

"Pada tingkat ini, kita semakin dekat ke keadaan di mana kita harus melakukan pemadaman listrik yang serupa dengan yang terjadi setelah gempa pekan lalu," kata Hagiuda, seperti dikutip Reuters.


Peringatan muncul ketika salju menghujani Tokyo dan suhu turun tajam hingga 4 derajat Celcius. Tokyo Electric Power mengatakan 2 hingga 3 juta rumah tangga bisa kehilangan listrik setelah jam 8 malam.

Hagiuda menyerukan tambahan 5 persen atau lebih penghematan daya setiap jam dari pukul 3 hingga 8 malam, setara dengan sekitar 2 juta kilowatt per jam.

Pengecer elektronik Bic Camera mengatakan telah mematikan sekitar setengah dari perangkat TV di lebih dari 30 tokonya di Jepang timur.

Pekan lalu, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Jepang, memutus aliran listrik ke sekitar 2 juta rumah tangga, termasuk ratusan ribu di ibukota Tokyo.

Gempa minggu lalu menyebabkan enam pembangkit termal tidak beroperasi di area cakupan Tepco dan Tohoku Electric Power Co. Kerusakan peralatan dapat membuat beberapa peralatan tidak beroperasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno sebelumnya meminta warga di Jepang timur yang terkena dampak krisis listrik untuk menghemat energi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya