Berita

Pengungsi Rohingya di Bangladesh/Net

Dunia

AS Deklarasi Genosida Militer Myanmar, Pengungsi Rohingya: Sudah 60 Tahun Kami Disiksa

SELASA, 22 MARET 2022 | 11:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mendeklarasikan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya sebagai genosida menuai reaksi positif.

Pengungsi Rohingya di distrik Cox's Bazar, Bangladesh mengaku  sangat senang ketika mendengar pengumuman yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken itu pada Selasa (22/3).

“Kami sangat senang atas deklarasi genosida. terima kasih banyak,” kata Sala Uddin, pengungsi berusia 60 tahun yang tinggal di kamp Kutupalong.


"Sudah 60 tahun sejak tahun 1962 pemerintah Myanmar menyiksa kami dan banyak komunitas lain termasuk Rohingya. Saya pikir jalan untuk mengambil tindakan oleh komunitas internasional terhadap Myanmar telah terbuka karena deklarasi tersebut," ujarnya, seperti dikutip TRT World.

Langkah AS untuk mendeklarasikan genosida terhadap Rohingya itu juga dinilai positif oleh Direktur Pusat Studi Genosida di Universitas Dhaka, Imtiaz Ahmed.

Namun ia menekankan pentingnya melihat tindakan dan langkah konkret apa yang dilakukan AS dan komunitas internasional setelah deklarasi tersebut.

"Hanya dengan mengatakan bahwa genosida telah dilakukan di Myanmar terhadap Rohingya tidak cukup baik. Saya pikir kita perlu melihat apa yang akan terjadi setelah pernyataan itu," kata Ahmed.

Dia mengatakan, sanksi ekonomi yang keras dari AS terhadap Myanmar bisa menjadi langkah berikutnya. Bahkan, AS juga mungkin akan tertarik untuk mendukung Mahkamah Internasional di Den Haag, di mana Myanmar menghadapi persidangan yang diajukan oleh Gambia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya