Berita

Sistem pertahanan S-400 buatan Rusia/Net

Dunia

AS Bujuk Turki Kirim Sistem Pertahanan S-400 Buatan Rusia ke Ukraina

MINGGU, 20 MARET 2022 | 11:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah membujuk Turki secara informal agar Ankara mengirim sistem pertahanan rudal buatan Rusia, S-400, ke Ukraina.

Hal itu diungkap oleh tiga sumber kepada Reuters. Dikatakan, para pejabat AS telah berusaha membujuk Turki selama sebulan terakhir, namun tidak ada permintaan resmi yang dibuat kepada Ankara.

Bujukan tersebut juga dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman ketika melakukan kunjungan ke Turki pada awal bulan ini.


Dengan sistem pertahanan S-400, diharapkan Ukraina dapat menangkis serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia.

Namun para analis yakin gagasan tersebut pasti akan ditolak oleh Turki.

Gagasan tersebut diyakini akan memicu banyak masalah, mulai dari rintangan teknis terkait dengan pemasangan dan pengoperasian S-400 di Ukraina, hingga kekhawatiran politik seperti pukulan balik yang kemungkinan akan dihadapi Ankara dari Moskow.

Selama ini, pembelian S-400 yang dilakukan Turki dari Rusia telah membuat geram AS. Washington telah berulang kali meminta Ankara untuk menyingkirkan S-400 buatan Rusia sejak pengiriman pertamanya tiba pada Juli 2019.

Sebagai tindak lanjut, AS telah menjatuhkan sanksi pada industri pertahanan Turki dan mengeluarkan Ankara dari program F-35.

Tetapi Turki mengatakan terpaksa memilih S-400 karena sekutu tidak menyediakan senjata dengan persyaratan yang memuaskan.

Para pejabat AS tampaknya ingin memanfaatkan momen ini untuk menarik Turki kembali ke orbit Washington dengan meminta Ankara mengirim S-400 ke Ukraina.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya