Berita

Pasukan Rusia/Net

Dunia

Militer Ukraina: Banyak Tentara Rusia Menolak Bertempur

MINGGU, 20 MARET 2022 | 09:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina masih berlangsung pada hari ke-24. Namun sejauh ini pasukan Rusia tidak berhasil mengambil alih kota-kota strategis.

Menurut laporan Angkatan Bersenjata Ukraina pada Sabtu (19/3) yang diterima redaksi, pusat pertahanan berada di kota-kota strategis, seperti Kyiv, Chernihiv, Kharkiv, Mariupol, dan Mykolayiv.

Pasukan Ukraina berjuang untuk memukul mundur pasukan Rusia. Dengan kekuatan yang dikerahkan, pasukan Rusia dilaporkan belum bisa mengendalikan kota-kota tersebut.


Alih-alih, pasukan Rusia mengerahkan serangan rudal dan bom pada infrastruktur militer dan sipil menggunakan senjata presisi tinggi, bom pesawat tak terarah, dan amunisi berdampak tinggi.

"Melanggar norma-norma hukum internasional dan moralitas manusia, penjajah Rusia menyerang kota dan desa padat penduduk Ukraina, infrastruktur kritis dan industri, sekolah, rumah sakit, dan lembaga pemerintah," lapor militer Ukraina.

Saat ini, militer Ukraina menyebut pihaknya berhasil melumpuhkan pasukan Rusia di Krimea yang kehilangan 90 persen personel mereka.

Selain itu, sejumlah tentara Rusia juga dikabarkan menolak untuk berperang.

"Di unit-unit ini, lebih dari 20 orang menulis laporan penolakan untuk ambil bagian dalam perang melawan Ukraina," kata militer Ukraina.

Selain di Krimea, beberapa tentara Rusia juga menolak berperang di Mykolayiv karena dianggap sebagai "tameng" untuk mencari informasi.

"Selama dua hari pertempuran, kerugian musuh berjumlah lebih dari 200 orang, sisanya mengalami demoralisasi dan menolak untuk mengambil bagian dalam permusuhan. Yang dimobilisasi secara terbuka menuduh komando Rusia menggunakan mereka untuk 'pengintaian tempur' untuk mengidentifikasi posisi Angkatan Bersenjata Ukraina," demikian laporan tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya