Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida/Net

Dunia

PM Jepang Minta Narendra Modi Ambil Tindakan Tegas atas Invasi Rusia ke Ukraina

MINGGU, 20 MARET 2022 | 08:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang tampaknya mendesak mitranya di Quad, India, untuk mengambil tanggapan yang jelas atas invasi Rusia ke Ukraina.

Hal itu terlihat dari dialog yang dilakukan oleh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida ketika mengunjungi Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi pada Sabtu (19/3).

"Kami mengonfirmasi bahwa setiap perubahan sepihak terhadap status quo dengan kekerasan tidak dapat dimaafkan di wilayah mana pun, dan itu perlu penyelesaian sengketa secara damai berdasarkan hukum internasional," kata Kishida setelah bertemu Modi, seperti dikutip Reuters.


Bersama Amerika Serikat (AS) dan Australia, India dan Jepang bergabung dalam Dialog Keamanan Segiempat (Quad). Tetapi India adalah satu-satunya anggota Quad yang tidak mengutuk invasi tersebut.

Jepang sendiri telah memberlakukan sanksi terhadap puluhan individu dan organisasi Rusia, dan telah menerima pengungsi Ukraina.

Sementara itu, pada gilirannya, Modi tampaknya berusaha menahan diri untuk tidak berkomentar langsung mengenai situasi di Ukraina. Alih-alih, ia menyebut insiden geopolitik saat ini menghadirkan tantangan baru.

Selama pertemuan itu, Kishida mengumumkan rencana Jepang untuk menginvestasikan 42 miliar dolar AS di India selama lima tahun.

India juga menandatangani perjanjian dengan unit Suzuki Motor Jepang untuk investasi sekitar 1,4 miliar dolar AS dalam memproduksi kendaraan listrik dan baterai di negara bagian Gujarat.

Sejak tahun 2000, investasi Jepang ke India telah mencapai sekitar 27,28 miliar dolar AS. Investasi terutama di sektor mobil, peralatan listrik, telekomunikasi, kimia dan farmasi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya