Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Net

Politik

Sikap PDIP dan DPD Minta Amandemen Ditunda Patut Diapresiasi

MINGGU, 20 MARET 2022 | 07:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Konstitusi memang terbuka untuk diubah kapanpun menyesuaikan perkembangan zaman yang ada dan melengkapi norma-norma yang belum tertera.

Namun demikian, perubahan sikap PDI Perjuangan dan DPD RI yang sebelumnya ngotot untuk amandemen UUD NRI Tahun 1945 perlu diapresiasi. Sebab, mereka khawatir agenda itu disusupi rencana untuk menunda pemilu maupun memperpanjang masa jabatan Presiden yang antidemokrasi.

Begitu kata Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/3).


"Karena tentu hal tersebut bisa jadi dikarenakan adanya ketakutan merembetnya amandemen sampai kepada persoalan perpanjangan jabatan presiden," ujar Saiful.

Saiful melihat, ada keengganan dari PDIP maupun DPD RI untuk melakukan amandemen UUD 1945. Karena misalkan tetap memaksakan, bukan tidak mungkin juga akan merombak pasal-pasal yang berkenaan dengan penundaan pemilu bahkan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Tentu kengototan yang ditunjukkan tersebut sangat berdasar, karena konstitusi jauh dari sempurna, masih terdapat pasal-pasal yang masih berpeluang dirubah, misalnya berkenaan dengan penguatan fungsi DPD dan Haluan Negara," kata Saiful yang merupakan doktor Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini.

Keinginan tersebut kata Saiful, menjadi sebuah simalakama karena kalau tetap dipaksakan, bisa merambah kepada hal-hal yang menjadi kepentingan partai politik.

"Salah satunya adalah berkaitan dengan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden," pungkas Saiful.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya