Berita

Warga Mariupol, Ukraina/Net

Dunia

Ribuan Warganya Dibawa Paksa ke Rusia, Walikota Mariupol: Seperti Nazi Ketika Perang Dunia II

MINGGU, 20 MARET 2022 | 07:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ribuan warga di Kota Mariupol, Ukraina dilaporkan telah dibawa paksa ke Rusia. Tindakan tersebut digambarkan Walikota Mariupol Vadym Boichenko seperti Nazi di era Perang Dunia II.

Sebuah pernyataan dewan kota pada Sabtu (19/3) menyebut ribuan penduduk Maripol telah dibawa paksa ke wilayah Rusia selama sepekan terakhir.

"Para penjajah secara ilegal mengambil orang-orang dari distrik Livoberezhny dan dari tempat penampungan di gedung klub olahraga, di mana lebih dari seribu orang (kebanyakan wanita dan anak-anak) bersembunyi dari pengeboman terus-menerus," kata pernyataan itu.


Dari laporan CNN, pasukan Rusia memeriksa telepon dan dokumen penduduk Mariupol di kamp-kamp, sebelum beberapa dipindahkan ke kota-kota terpencil di Rusia.

Dalam pernyataan terpisah, Walikota Boichenko menggambarkan peristiwa yang terjadi di Mariupol seperti tindakan Nazi.

"Apa yang dilakukan penjajah hari ini sudah tidak asing lagi bagi generasi tua, yang melihat peristiwa mengerikan Perang Dunia II, ketika Nazi menangkap orang secara paksa," kata Boichenko.

"Sulit membayangkan bahwa di abad ke-21 orang dapat dibawa secara paksa ke negara lain," tambahnya.

Mariupol terletak di wilayah tenggara Ukraina, dan telah menjadi target serangan terus-menerus oleh pasukan Rusia.

Pejabat kota mengatakan, ribuan penduduk tewas dalam satu hari. Sementara infrastruktur seperti rumah sakit anak-anak, masjid, hingga teater dibom.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya