Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bikin Moskow Kelabakan, Australia Putus Ekspor Alumina ke Rusia

MINGGU, 20 MARET 2022 | 06:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia mengumumkan sanksi lanjutan terhadap Rusia atas langkahnya menginvasi Ukraina. Kali ini, Canberra melarang ekspor alumina dan bijih aluminium ke Rusia.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (20/3), pemerintah Australia mengatakan langkah itu akan membatasi kapasitas Rusia untuk memproduksi aluminium, salah satu produk ekspor penting bagi negara itu.

Terlebih, selama ini Australia telah memenuhi hampir 20 persen kebutuhan alumina Rusia.


Pemerintah menekankan, Australia akan mencari pasar baru untuk menindaklanjuti larangan ekspor tersebut.

"Pemerintah akan bekerja sama dengan eksportir dan badan puncak yang akan terpengaruh oleh larangan untuk menemukan pasar baru dan memperluas pasar yang ada," kata pemerintah, seperti dikutip Reuters.

Pekan lalu, Australia memberlakukan sanksi terhadap dua pengusaha Rusia yang terkait dengan industri pertambangan. Salah satunya miliarder Oleg Deripaska yang memegang saham di Queensland Alumina Ltd.

Hingga saat ini, Australia telah memberlakukan total 476 sanksi terhadap 443 individu, termasuk pengusaha yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di samping itu, ada 33 entitas, termasuk sebagian besar sektor perbankan Rusia dan semua entitas yang bertanggung jawab atas utang negara, yang menjadi sasaran sanksi.

Sebaliknya, pemerintah Australia mengatakan akan menyumbangkan setidaknya 70 ribu ton batubara termal ke Ukraina untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya