Berita

Pasukan Rusia/Net

Dunia

Kehabisan Makanan dan Bahan Bakar, Serangan Rusia ke Ukraina Melemah

JUMAT, 18 MARET 2022 | 11:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pasukan Rusia dilaporkan menghadapi kekurangan makanan dan bahan bakar di tengah pekan ketiga invasinya ke Ukraina.

Menurut penilaian dari Kementerian Pertahanan Inggris, pasukan Rusia terpaksa mengalihkan sejumlah besar pasukannya untuk mempertahankan jalur pasokan, alih-alih melancarkan serangan ofensif.

"Masalah logistik terus melanda invasi Rusia yang mulai goyah ke Ukraina," ujar Kemhan Inggris, seperti dikutip The Independent.  


Beberapa hari terakhir intelijen Barat juga menyebut serangan agresif Rusia di sebagian besar titik di Ukraina telah terhenti.

“Keengganan untuk bermanuver lintas negara, kurangnya kontrol udara dan keterbatasan kemampuan menjembatani mencegah Rusia untuk secara efektif memasok pasukan maju mereka bahkan dengan kebutuhan dasar seperti makanan dan bahan bakar," jelas Kemnhan Inggris.

Sebaliknya, serangan balik Ukraina yang tak henti-hentinya memaksa Rusia untuk mengalihkan sejumlah besar pasukan untuk mempertahankan jalur pasokan mereka sendiri sehingga sangat membatasi potensi ofensif Rusia.”

Pejabat pertahanan Inggris berulang kali menyebut pihak Rusia terus menderita kerugian besar dalam beberapa hari terakhir.

Sejauh ini, sbagian besar wilayah Ukraina, termasuk semua kota besar, bertahan berada di tangan Ukraina.

Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengatakan Moskow kemungkinan telah mengeluarkan jauh lebih banyak senjata yang diluncurkan dari udara daripada yang direncanakan semula, memaksa pasukan Rusia untuk menggunakan senjata yang lebih tua dan kurang efektif hingga lebih mungkin mengakibatkan korban sipil.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya