Berita

Managing Director Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan/Net

Politik

Propaganda Tunda Pemilu, Anthony Budiawan: Ini Adalah Kudeta, dan Harus Diberhentikan

KAMIS, 17 MARET 2022 | 02:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Managing Director Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan menilai pemerintah melalukan propaganda terhadap perpanjangan masa jabatan Presiden melalui sejumlah cara.

Salah satunya ialah dengan memberdayakan Indonesia Laboratorium 2045 untuk mengeluarkan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi yang mencapai 70persen lebih.

Disamping itu juga diseburkan oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadahlia dan tiga Ketua Umum partai politik. Anthony menganggap, propaganda dilakukan oknum tersebut untuk membentuk opini masyarakat senang dengan pemerintahan Jokowi.


"Propaganda dilakukan bahwa ini ada yang mau dan sebagainya. Bukan hanya Luhut saja, yang tidak mempunyai kapasitas, apa kapasitas Bahlil mengatakan pengusaha mau memperpanjang mau setuju memperpanjang masa jabatan Jokowi?” kata Anthony saat menjadi pembicara diskusi virtual Forum Tebet, bertemakan “Menguak Motif di Balik Perpanjangan Masa Jabatan Presiden”, Rabu (16/3).

Menurutnya, hal ini merupakan kudeta yang dan mendesak Presiden Joko Widodo untuk berani tegas dengan anak buahnya tersebut.

“Ini adalah kudeta dan harus diberhentikan, dan kalau negara kita adalah negara hukum dan berani dan ini harus ditangkap bahwa anda ini sudah melanggar konstitusi,” katanya.

“Jangan rakyat yang melanggar konstitusi kemudian rakyat ditangkap dengan undang-undang ITE inilah hukum di sini tidak berlaku hukum tidak berlaku itu,” imbuhnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya