Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net

Dunia

Lanjutkan Kunjungan ke Arab Saudi Usai Eksekusi Massal, Boris Johnson Dihujani Kritik

RABU, 16 MARET 2022 | 16:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Terlepas dari kontroversi eksekusi massal terhadap 81 orang yang dilakukan oleh Arab Saudi, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak mengurungkan rencana untuk mengunjungi Riyadh.

Johnson dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi selama turnya ke Timur Tengah. Kunjungan dilakukan setelah ia melawat Uni Emirat Arab (UEA).

Johnson sendiri membela keputusan untuk mengunjungi Arab Saudi, dengan menyebut hubungan dengan Riyadh sangat penting. Meski begitu, ia juga akan membahas isu hak asasi manusia selama kunjungannya.


Inggris berusaha mendapatkan pasokan energi dari Arab Saudi, untuk menggantikan hidrokarbon Rusia dan meningkatkan tekanan diplomatik pada Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasinya ke Ukraina.

Kunjungannya telah menuai kritik dari anggota parlemen dan juru kampanye, mengingat beberapa hari yang lalu Arab Saudi mengeksekusi 81 pria. Itu adalah eksekusi massal terbesar dalam beberapa dekade.

"Saya telah mengangkat semua masalah itu berkali-kali di masa lalu, dan saya akan mengangkat semuanya lagi hari ini," kata Johnson.

"Tapi kita memiliki hubungan yang sangat lama dengan bagian dunia ini dan kita perlu mengenali hubungan yang sangat penting yang kita miliki, dan bukan hanya dalam hidrokarbon," lanjutnya.

Lebih lanjut, Johnson mengatakan Barat telah membuat kesalahan dengan membiarkan dirinya menjadi tergantung pada minyak dan gas Rusia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya