Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi/Net

Dunia

Rencana India Beli Minyak Diskon Rusia Tak Langgar Sanksi AS, tapi Menunjukkan Dukungan Invasi ke Ukraina

RABU, 16 MARET 2022 | 11:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rencana India untuk menerima tawaran Rusia membeli minyak yang didiskon mendapatkan respons dari Amerika Serikat (AS).

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, India tidak melanggar sanksi yang diterapkan AS terhadap Rusia jika membeli minyak dari Moskow. Namun keputusan tersebut akan mengindikasikan posisi India yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

"Saya tidak berpikir hal itu akan melanggar (sanksi), tapi pikirkan juga di mana Anda ingin berdiri," kata Psaki, seperti dikutip ANI News.


"Ketika buku-buku sejarah ditulis pada saat ini, dukungan untuk Rusia, kepemimpinan Rusia, adalah dukungan untuk invasi yang jelas memiliki dampak yang menghancurkan," lanjutnya.

Psaki kemudian menekankan agar seluruh negara mematuhi sanksi yang telah diterapkan oleh AS sebagai tanggapan keputusan Presiden Vladimir Putin untuk menginvasi Ukraina.

Sejauh ini, India sendiri tidak memberikan "kutukan" atas invasi Rusia ke Ukraina. India juga abstain dalam pemungutan suara di PBB yang mengecam agresi Rusia.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat AS telah mengatakan  mereka ingin India menjauhkan diri dari Rusia. Namun India dikenal memiliki ketergantungannya yang besar pada Moskow untuk segala hal mulai dari senjata dan amunisi hingga rudal dan jet tempur.

Sebuah rilis pemerintah Rusia pekan lalu menyebut ekspor minyak dan produk minyak Rusia ke India telah mendekati 1 miliar dolar AS, dan ada peluang yang jelas untuk meningkatkan angka ini.

Menurut beberapa laporan media, penyulingan terbesar India, Indian Oil Corp, membeli 3 juta barel minyak mentah Rusia, transaksi pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya