Berita

Presiden RI Joko Widodo/Net

Politik

Bola Penundaan Pemilu Ada di Tangan Jokowi, Ikut Puan dan PDIP atau Mbalelo?

RABU, 16 MARET 2022 | 10:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penolakan pemerintah atas wacana penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan presiden hanya diwakilkan oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menunjukkan sikap tegasnya secara langsung bahwa ia tidak mau menambah jabatannya.

Justru Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani melalui pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI Selasa kemarin (15/3), secara tegas menyatakan akan melanjutkan keputusan DPR bersama Pemerintah bahwa Pemilu digelar pada 14 Februari 2024.

"Jokowi tidak dapat melawan Puan secara politik karena posisi kesetaraan jabatan Presiden dan DPR dalam hal UU lebih kuat Puan," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (16/3).


Meskipun, lanjut Dedi, apabila Jokowi lakukan manuver dengan melakukan lobi-lobi kepada pimpinan dari partai lain untuk melanggengkan kekuasaannya, itu diyakini akan susah dan sulit terwujud.

"Selama PDIP masih kokoh, atau minimal mendapat dukungan Gerindra ia akan tetap kuat," ujar pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Terlepas ada kepentingan yang dibawa Puan Maharani hingga ia menyuarakan penolakan terhadap penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan Presiden, pada 2024 PDIP telah siap untuk kontestasi.

"Baik kesiapan parpol maupun tokoh yang akan lanjutkan Jokowi," katanya.

Atas dasar itu, Dedi menyebut bahwa saat ini keputusan berada di Jokowi. Apakah dia ingin mengikuti Puan Maharani dengan PDIP, atau justru mbalelo.

"Betul itu," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya