Berita

Perdana Menteri Justin Trudeau/Net

Dunia

Perang Sanksi Berkobar, 300 Lebih Warga Kanada Dilarang Masuk ke Rusia

RABU, 16 MARET 2022 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 300 orang Kanada dijerat sanksi oleh Pemerintah Rusia, menyusul langah serupa yang dilakukan Pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau kepada Moskow.

Sanksi tersebut diumumkan Rusia pada Selasa (15/3), sebagai tanggapan atas apa yang disebut Moskow sebagai 'permusuhan keterlaluan dari rezim Kanada saat ini'.

Selain Trudeau, daftar sanksi Rusia juga mencakup menteri luar negeri dan pertahanan nasional, dan sebagian besar deputi House of Commons dari Parlemen Kanada.
 

 
“Elemen pro-Bandera yang agresif” di Kanada juga dilarang, menurut pengumuman Rusia, merujuk pada kolaborator Nazi era Perang Dunia II Ukraina, Stepan Bandera, seperti dikutip dari RT, Rabu (16/3).

Mereka yang terkena sanksi dilarang memasuki Federasi Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia membela langkah terbarunya, dengan menyatakan bahwa “setiap serangan Russophobia, baik itu serangan terhadap misi diplomatik Rusia, penutupan wilayah udara, atau pemutusan hubungan ekonomi bilateral Ottawa yang sebenarnya yang merugikan kepentingan Kanada, pasti akan menerima keputusan yang tegas dan tidak harus penolakan simetris.”
 
Pengumuman sanksi dari Moskow mengikuti deklarasi Kanada bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi pada 15 pejabat Rusia. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya