Berita

Presiden Joko Widodo dituntut meminta maaf kepada rakyat atas kelangkaan minyak goreng yang sudah berlarut-larut/Net

Politik

Minyak Goreng Masih Langka, Jokowi Dituntut Minta Maaf kepada Emak-emak dan Pecat Mendag

SELASA, 15 MARET 2022 | 09:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Antrean panjang ibu-ibu terjadi di sejumlah titik penjualan minyak goreng bersubdisi dari pemerintah. Bahkan seorang ibu kehilangan nyawanya saat berjuang untuk mendapatkan minyak goreng.

Kondisi berkepanjangan ini membuat banyak masyarakat geram dan kesal. Pemerintah dianggap tidak mampu mengatasi kelangkaan minyak goreng yang menjadi kebutuhan primer rumah tangga.

Menyikapi hal tersebut, pengamat politik Jamiluddin Ritonga mendesak Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada seluruh rakyat. Jokowi dianggap lamban melakukan penyelesaian kelangkaan minyak goreng ini yang telah menyengsarakan rakyat.


Padahal, Indonesia adalah negara yang kaya akan kelapa sawit.

"Karena itu, sudah seharusnya Jokowi meminta maaf terhadap ibu-ibu yang sudah antre untuk membeli minyak goreng. Hal itu perlu dilakukan Jokowi atas tidak becus menterinya menangani kelangkaan minyak goreng,” tegas Jamiluddin lewat keterangan tertulisnya, Selasa (15/3).

Dia menambahkan, Presiden Jokowi juga harus menegur Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, karena tidak maksimal dalam melakukan tugasnya dalam mengendalikan ketersediaan dan harga minyak goreng untuk rakyat.

"Presiden juga seharusnya memecat Menteri Perdagangan yang tidak becus bekerja. Tindakan itu perlu dilakukan Jokowi sebagai bentuk pembelaannya terhadap rakyat yang sudah menderita akibat kelangkaan minyak goreng,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya