Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Negosiasi Terhenti, Iran Desak AS Segera Ambil Keputusan Soal Kesepakatan Nuklir

SENIN, 14 MARET 2022 | 16:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) harus segera membuat keputusan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran, yang saat ini terhambat akibat permintaan Rusia.

Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengaku, saat ini pihak-pihak terkait tengah vakum untuk membahas kesepakatan nuklir. Itu dilakukan setelah Rusia mengeluarkan tuntutannya.

"Kami saat ini sedang beristirahat dari pembicaraan nuklir. Kami tidak pada titik mengumumkan kesepakatan sekarang karena ada beberapa masalah terbuka penting yang perlu diputuskan oleh Washington," ujarnya pada Senin (14/3), seperti dikutip Reuters.


"Segera setelah kami menerima keputusan mereka, kami akan dapat kembali ke Wina dan mencapai kesepakatan akhir," tambah dia.

Di tengah upaya tersebut, ketegangan meningkat sejak Iran menyerang kota Erbil di Irak utara pada Minggu (13/3), dengan selusin rudal balistik dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di ibukota wilayah otonomi Kurdi, Irak yang tampaknya menargetkan AS dan sekutunya.

Media pemerintah Iran mengatakan Korps Pengawal Revolusi Iran(IRGC) melakukan serangan terhadap "pusat strategis" Israel di Erbil.

Disebutkan, itu adalah balas dendam atas serangan udara Israel baru-baru ini yang menewaskan personel militer Iran di Suriah.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya