Berita

Bendera Iran dan Arab Saudi/Net

Dunia

Iran Tangguhkan Dialog Damai dengan Arab Saudi karena Eksekusi Massal Muslim Syiah?

SENIN, 14 MARET 2022 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Alasan keputusan Iran untuk menangguhkan pembicaraan dengan Arab Saudi masih menjadi pertanyaan. Namun baru-baru ini Teheran mengutuk langkah Riyadh yang mengeksekusi massal 81 orang.

Iran mengumumkan telah menangguhkan pembicaraan untuk menormalkan hubungan Arab Saudi yang seharusnya dilakukan pada Minggu (13/3).

Dalam pengumuman tersebut tidak ada alasan yang diberikan, atau kapan dialog akan dimulai lagi.


Tetapi dikutip Reuters, Teheran juga mengutuk eksekusi massal di Arab Saudi yang menurut para aktivis, termasuk 41 Muslim Syiah.

Pada Sabtu (12/3), Arab Saudi mengatakan telah mengeksekusi 81 orang dalam eksekusi massal terbesar dalam beberapa dekade.

Disebutkan, 41 orang di antaranya merupakan Muslim Syiah dari wilayah Qatif timur, yang secara historis menjadi titik nyala antara pemerintah yang didominasi Sunni dan minoritas Syiah.

Arab Saudi membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan mengatakan mereka melindungi keamanan nasionalnya melalui UU.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, mengatakan orang-orang yang dieksekusi memiliki hak untuk mendapatkan pengacara dan dijamin hak penuh mereka di bawah hukum Saudi selama proses peradilan.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan eksekusi itu melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan hukum internasional.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok Hizbullah juga mengutuk langkah Arab Saudi, dengan menyebutnya sebagai kejahatan yang buruk.

Arab Saudi dan Iran telah mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik regional dan perselisihan politik di Suriah, Lebanon, dan Irak selama bertahun-tahun.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya